Pelaku Klitih Didominasi Pelajar, Polres Sleman Lakukan Pembinaan Karakter

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Pelaku Klitih Didominasi Pelajar, Polres Sleman Lakukan Pembinaan Karakter
Kasubag Humas Polres Sleman Iptu Edy Widaryanto saat memberi keterangan kepada wartawan, Kamis (7/11/2019). - (SUARA/Baktora)

Sleman menjadi kabupaten/kota dengan tindak kriminalitas paling tinggi di DIY.

Suara.com - Dalam usahanya menekan jumlah pelaku klitih di DIY, Polres Sleman melakukan program pembinaan karakter kepada pelaku. Kegiatan ini menyusul fakta bahwa pelaku klitih didominasi oleh pelajar. 

Polres Sleman, melalui Kasubag Humas Iptu Edy Widaryanto, mengungkapkan, program tersebut dilaksanakan oleh masing-masing polsek, dan saat ini Polsek Tempel telah melakukan program terkait.

"Di Polsek Tempel sendiri tengah dilakukan pembinaan khusus kepada anak-anak pelajar yang kita duga pelaku klitih. Pembinaan karakter kami kedepankan untuk memberantas pelaku tindak kejahatan itu oleh anak muda," tuturnya saat ditemui SuaraJogja.id, Kamis (7/11/2019).

Edy menerangkan, pelaku yang tertangkap langsung dibawa ke polsek setempat. Anak muda tersebut dikumpulkan dan diberi pembinaan karakter dengan melibatkan orang tua korban dan pelaku.

"Pelaku ini kan rata-rata didominasi anak pelajar. Mungkin mereka menyimpan dendam dan saling menyerang. Jadi ketika pelaku sudah tertangkap, kami akan kumpulkan dan diberi pembinaan karakter. Kami juga mengundang orang tua anak, baik pelaku dan korbannya. Dari situ kita buat kesepakatan dan polsek ikut terjun dalam pendampingan anak tersebut," terangnya.

Seorang warga melintas di depan gedung utama Polres Sleman, Kamis (7/11/2019). - (SUARA/Baktora)
Seorang warga melintas di depan gedung utama Polres Sleman, Kamis (7/11/2019). - (SUARA/Baktora)

Edy tak menampik bahwa klitih juga dilakukan orang dari luar atau pendatang. Di samping itu, tidak hanya anak pelajar, anak muda lain yang masih dalam masa pubertas juga disebutkan kerap melakukan tindak kejahatan ini.

"Kami sudah membuat program KRYD, yaitu Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan. Jadi pelaksananya adalah polsek di seluruh Kabupaten Sleman yang beroperasi pada malam hari. Selain itu saat dini hari hingga subuh juga melakukan operasi ini," terangnya.

Tindak kejahatan klitih di Kabupaten Sleman, kata Edy, baru terjadi lagi sejak enam bulan terakhir. Ia mengaku tindak kejahatan ini sifatnya berkala.

Sebelumnya, sejumlah kejadian klitih terjadi lagi di Sleman. Di Twitter, dua aksi kejahatan ini sempat viral: Minggu (3/11/2019) di Padukuhan Blimbingsari, Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok dan Selasa (5/11/2019) di Kecamatan Tempel.

Selama ini Sleman dikenal sebagai kabupaten/kota di DIY yang paling rawan terjadi tindak kejahatan. Polres Sleman telah meningkatkan pengamanan dan pencegahan lewat KRYD (kegiatan rutin yang ditingkatkan), di mana seluruh pihak polsek di Kabupaten Sleman terjun sebagai pelaksana.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS