Pakar Hukum UI Sebut Kasus Dana Hibah Pariwisata Tidak Bisa Jerat Sri Purnomo, Ini Penjelasannya

Ahli hukum: Tanggung jawab korupsi hibah Sleman tidak bisa dibebankan ke Bupati, krn kewenangan teknis sdh didelegasikan sah.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 04 Maret 2026 | 18:30 WIB
Pakar Hukum UI Sebut Kasus Dana Hibah Pariwisata Tidak Bisa Jerat Sri Purnomo, Ini Penjelasannya
Saksi ahli, Pakar Hukum Keuangan Negara dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Dian Puji Nugraha Simatupang saat menghadiri sidang lanjutan dugaan korupsi dana hibah pariwisata Sleman. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Sidang dugaan korupsi dana hibah Sleman 2020 menghadirkan ahli yang memperkuat posisi Bupati terkait delegasi tanggung jawab hukum.
  • Pakar hukum menjelaskan delegasi wewenang memindahkan tanggung jawab hukum kepada pejabat teknis yang menandatangani dokumen pertanggungjawaban.
  • Temuan audit administrasi tidak otomatis menjadi tindak pidana korupsi; hal tersebut penyelesaiannya bersifat administratif, bukan pemidanaan.

SuaraJogja.id - Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana hibah pariwisata Kabupaten Sleman tahun 2020 kembali digelar di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Rabu (4/3/2026).

Dalam persidangan tersebut, keterangan ahli justru memperkuat posisi Bupati Sleman saat itu, Sri Purnomo, bahwa tanggung jawab hukum tidak dapat dibebankan kepadanya setelah kewenangan didelegasikan secara sah kepada pejabat teknis.

Saksi ahli, Pakar Hukum Keuangan Negara dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Dian Puji Nugraha Simatupang, menjelaskan bahwa delegasi wewenang merupakan prinsip dasar dalam pengelolaan keuangan daerah yang bertujuan membagi fungsi dan tanggung jawab secara berjenjang.

Dengan adanya pelimpahan kewenangan, maka tanggung jawab hukum secara otomatis berpindah kepada pejabat penerima delegasi.

Baca Juga:6 Fakta Insiden Penganiayaan di Jalan Godean Sleman yang Viral di Media Sosial

Menurut Dian, penandatanganan Surat Pernyataan Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) oleh kepala daerah tidak dapat dimaknai sebagai pengambilalihan seluruh tanggung jawab teknis.

Frasa “tanggung jawab mutlak” harus dibaca sesuai struktur kewenangan, yakni tetap melekat pada pejabat yang menjalankan fungsi teknis sesuai bidangnya masing-masing.

“Tanggung jawab tidak bisa dibebankan kepada satu orang saja. Harus dilihat siapa yang memiliki kewenangan. Kepada pihak yang berwenang itulah pertanggungjawaban dimintakan,” tegas Dian di hadapan majelis hakim.

Ia menambahkan, apabila seluruh tanggung jawab tetap diletakkan pada kepala daerah, maka sistem delegasi wewenang menjadi tidak bermakna dan bertentangan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Dian juga mengingatkan asas hukum no authority, no responsibility, yang berarti seseorang tidak dapat dimintai pertanggungjawaban hukum jika tidak memiliki kewenangan langsung atas tindakan tersebut.

Baca Juga:Gustavo Tocantins Dipastikan Absen Lawan Persela Lamongan

Berdasarkan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, delegasi wewenang secara hukum mencakup pula
perpindahan tanggung jawab dan tanggung gugat kepada penerima delegasi.

Dalam pengelolaan hibah pariwisata, ia menjelaskan bahwa pejabat teknis seperti Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan verifikator memegang peran utama dalam memastikan kebenaran administrasi dan substansi kegiatan.

Pejabat inilah yang secara hukum bertanggung jawab atas dokumen yang mereka tandatangani.

“Tidak mungkin seorang bupati menandatangani seluruh dokumen teknis. Pejabat yang diberi tugas verifikasi bertanggung jawab penuh atas kebenaran pekerjaan tersebut,” ujarnya.

Terkait tudingan program hibah yang dianggap tidak tepat sasaran, Dian mengacu pada asas presumptio iustae causa, yaitu setiap keputusan pejabat administrasi negara dianggap sah sampai ada pembatalan oleh otoritas yang berwenang.

Dalam skema hibah pariwisata berdasarkan PMK Nomor 46 Tahun 2020, kewenangan untuk menilai adanya penyimpangan berada pada Kementerian Keuangan dan Kementerian Pariwisata melalui mekanisme pemantauan dan evaluasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak