facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Disambut Gerimis, Jenazah Waketum MUI Yunahar Ilyas Tiba di Masjid Gedhe

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana Jum'at, 03 Januari 2020 | 12:12 WIB

Disambut Gerimis, Jenazah Waketum MUI Yunahar Ilyas Tiba di Masjid Gedhe
Jenazah Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Waketum MUI Pusat Yunahar Ilyas tiba di Masjid Gedhe Kauman, Jumat (3/1/2020). - (SUARA kontributor/Putu)

Bahkan Muchlas juga dilantik sebagai Rektor UAD pada Oktober 2019 lalu oleh Yunahar.

SuaraJogja.id - Jenazah Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Waketum MUI Pusat Yunahar Ilyas tiba di Masjid Gedhe Kauman, Jumat (3/1/2020) sekitar pukul 10.30 WIB setelah disemayamkan di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta. Disambut gerimis, iring-iringan jenazah diantar ratusan pelayat.

Di Masjid Gedhe Kauman, para pelayat mulai berdatangan. Mereka bergantian melaksanakan salat jenazah untuk mendoakan almarhum.

Sejumlah tokoh Muhammadiyah juga mulai berdatangan untuk melayat. Di antaranya Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sekaligus Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Muchlas MT.

Karangan bunga dari sejumlah pejabat juga tampak berjejer di halaman Masjid Gedhe Kauman. Di antaranya dari Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul serta anggota DPR RI, Sukamta.

Baca Juga: Kemang Sudah Bisa Dilalui, Mobil Bongsor Ini Turut Beri Bantuan

Muchlas mengungkapkan, almarhum merupakan sosok ulama bijaksana yang selalu memberikan nasihat-nasihat yang menentramkan. Yunahar disebutnya mampu menyampaikan jawaban atas berbagai persoalan dengan moderatif.

"Beliau sosok orang tua yang sangat melindungi anak-anaknya," ujarnya.

Semasa hidupnya, Yunahar juga dikenal sebagai tokoh yang tidak membedakan umat, dengan keilmuannya yang mendalam. Muchlas mengenal Yunahar selama 20 tahun terakhir.

Bahkan Muchlas juga dilantik sebagai Rektor UAD pada Oktober 2019 lalu oleh Yunahar. Mereka sempat makan bersama sebelum Yunahar jatuh sakit.

"Beliau [Yunahar] sempat menyampaikan, saya adalah salah satu sahabatnya. Ini sebuah kehormatan. Karenanya wafatnya beliau merupakan kehilangan kami baik pribadi maupun institusi," jelasnya.

Baca Juga: Takut Hujan Deras, Korban Banjir Cipinang Melayu Bertahan di Pengungsian

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait