Nilai Agama Baru Dianut Kulitnya di Masyarakat, Ulama Jangan Sampai Apatis

Ia memandang, revitalisasi peran dan fungsi ulama di tengah kehidupan umat dan bangsa sangat penting.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Senin, 06 Januari 2020 | 12:22 WIB
Nilai Agama Baru Dianut Kulitnya di Masyarakat, Ulama Jangan Sampai Apatis
Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat Muhammad Siddik, kala memaparkan materinya dalam Simposum Tiga Pilar Dakwah (Masjid, Pesantren, dan Kampus) di Gedung Prof Kahar Mudzakkir Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Senin (6/1/2020). - (SUARA kontributor/Uli Febriarni)

Pertama, memberikan fatwa dan nasohat kepada umat islam dan pemerintah terkait masalah keagamaan dan kemasyarakatan. Kedua, menjadi wadah ukhuwah islamiyah. Ketiga, menjadi organisasi yang mewakili umat Islam. Keempat, menjadi penghubung timbal balik antara ulama dan umaro guna menyukseskan ke arah pembangunan.

Rektor UII Fathul Wahid mengatakan, Islam tidak mengajarkan kekerasan dan konflik. Namun kita tidak dapat mengabaikan fakta munculnya konflik di negara-negara muslim.

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga:Kapal China Garap Laut Natuna, Edhy Prabowo: Yang Penting Kita Cool

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak