Mirip Lambang Nazi hingga Real Madrid, Logo Kerajaan Agung Sejagat Disorot

Chyntia Sami Bhayangkara
Mirip Lambang Nazi hingga Real Madrid, Logo Kerajaan Agung Sejagat Disorot
Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo, Dari Pemindahan Batu Prasasti hingga Duit Bank Swiss

Logo kerajaan Totok Santoso Hadiningrat itu disebut mirip lambang Nazi dan Real Madrid

SuaraJogja.id - Kemunculan Keraton Agung Sjeagat di Purworejo, Jawa Tengah mencuri perhatian publik. Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah logo keraton yang dinilai mirip dengan lambang Nazi.

Dalam sejumlah foto dan video yang beredar, tampak logo swastika atau lambang Nazi di kerajaan yang diklaim sebagai penerus Kerajaan Majapahit. Salah seorang warganet yang mengunggah foto logo ini adalah akun Twitter @xxfrelxx.

"Salah fokus sama dua logi ini, yang satu Nazi yang satu logo apotek," kata akun itu seperti dikutip Suara.com, Rabu (15/1/2020).

Logo Kerajaan Agung Sejagat mirip lambang Nazi (ist)
Logo Kerajaan Agung Sejagat mirip lambang Nazi (ist)

Pada foto tersebut tampak lambang Nazi besutan Adolf Hitler dengan posisi miring. Tak sampai disitu, lambang Nazi itu dipadukan dengan Bintang Daud.

Selain itu, ada pula logo lain milik kerajaan Totok Santoso Hadiningrat yang menjadi sorotan. Logo itu disebut-sebut mirip dengan logo klub sepak bola RCD Mallorca hingga Real Madrid.

"Itu kenapa ada swastika di dalam bintang daud," ujar @burrekkk.

"Terserah dia yang punya kerajaan dong, sultan bebas," ungkap @aritsantoso.

"Doi fans Madrid pasti," kata @randyfaisal.

"Ada logo Real Mallorca," cuit @aufaderman.

"Mahkotanya comot dari logo Real Madrid sepertinya," ungkap @beta_razto.

Logo Kerajaan Agung Sejagat yang disebut mirip klub sepak bola Mallorca dan Real Madrid (ist)
Logo Kerajaan Agung Sejagat yang disebut mirip klub sepak bola Mallorca dan Real Madrid (ist)

Untuk diketahui, Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat si Purworejo, Totok Santosa dan Fanni Aminadia, yang viral di media sosial beberapa waktu terakhir, ditangkap aparat Polda Jawa Tengah, Selasa (14/1/2020) malam.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Iskandar F Sutisna membenarkan penahanan itu.

"Malam ini ditahan dan akan dibawa ke Polda Jawa Tengah," katanya.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, penangkapan itu didasarkan atas keresahan masyarakat akibat kehadiran keraton di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Kabupaten Purworejo itu.

Santosa dan Aminadia dijerat UU Nomor 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta pasal 378 KUHP tentang penipuan. Sejumlah barang bukti disita, termasuk dokumen yang diduga dipalsukan pelaku.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS