Yudian Wahyudi Dilantik Jadi Kepala BPIP, UIN Suka Jogja Jaring Rektor Baru

Meskipun telah dilantik sebagai Kepala BPIP, masa jabatan Yudian sebagai Rektor UIN Suka baru akan berakhir pada 10 Mei 2020 mendatang.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Kamis, 06 Februari 2020 | 07:59 WIB
Yudian Wahyudi Dilantik Jadi Kepala BPIP, UIN Suka Jogja Jaring Rektor Baru
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi. [Suara.com/Putu Ayu P]

SuaraJogja.id - Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta Yudian Wahyudi dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rabu (5/2/2020) pukul 15.00 WIB. Ia menggantikan posisi pelaksana tugas (Plt) Kepala BPIP Hariyono.

Penunjukan Yudian Wahyudi sebagai kepala BPIP itu atas dasar ajaran nilai-nilai Pancasila yang ia berikan di kampusnya, salah satunya dengan membentuk Pusat Studi Pancasila.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang II UIN Suka Sahiron Syamsuddin. Ia mengungkapkan, Jokowi secara langsung menunjuk Yudian sebagai kepala BPIP yang baru.

Adapun pertimbangan yang dijadikan penetapan Yudian sebagai kepala BPIP adalah Pusat Studi Pancasila dan bela negara yang sudah berjalan dengan baik.

Baca Juga:China Ancam Penjarakan Penyebar Berita Hoax Virus Corona

"Melalui Pusat Studi Pancasila yang kami miliki, kami sering mengadakan seminar dan workshop," jelas Sahiron pada HarianJogja.com -- jaringan SuaraJogja.id, Rabu.

Di samping itu, Yudian, kata Sahiro, memiliki segudang argumentasi bahwa Indonesia harus mempertahankan ideologi Pancasila, baik alasan agama maupun alasan sekuler, terutama alasan-alasan keagamaan yang sangat dalam. Sebab, terdapat berbagai agama dan kepercayaan di Indonesia.

Dengan jabatan baru sang profesor, ia berharap Yudian amanah dan berhasil dalam membina ideologi pancasila.

"Keberhasilan dari institusi yang dia pimpin dilihat secara bertahap," kata dia.

Meskipun telah dilantik sebagai Kepala BPIP, masa jabatan Yudian sebagai Rektor UIN Suka baru akan berakhir pada 10 Mei 2020 mendatang. Saat ini pihaknya sedang menunggu instruksi dari Kementerian Agama (Kemenag) terkait rangkap jabatan.

Baca Juga:Usai Dihantam Isu Virus Corona, Harga Minyak Dunia Mulai Merangkak Naik

"Apakah boleh merangkap, kalau secara aturan tidak memungkinkan maka akan menunjuk Plt," ujar Sahiron.

Dirinya pun menjamin, proses administrasi kampus yang membutuhkan tanda tangan rektor tidak akan terganggu walaupun tidak ada yang menjabat.

"Mudah-mudahan tidak terganggu, Pak Rektor kalau ada surat penting segera ditandatangani biasanya," tutur dia.

Kini UIN Suka juga sedang melakukan penjaringan calon rektor baru yang diharapkan mulai menjabat pada akhir April tahun ini.

"Penjaringan rektor juga sudah dimulai sehingga akhir April diusahakan ada rektor baru," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak