Yudian Wahyudi Dilantik Jadi Kepala BPIP, UIN Suka Jogja Jaring Rektor Baru

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Yudian Wahyudi Dilantik Jadi Kepala BPIP, UIN Suka Jogja Jaring Rektor Baru
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yudian Wahyudi. [Suara.com/Putu Ayu P]

Meskipun telah dilantik sebagai Kepala BPIP, masa jabatan Yudian sebagai Rektor UIN Suka baru akan berakhir pada 10 Mei 2020 mendatang.

SuaraJogja.id - Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta Yudian Wahyudi dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rabu (5/2/2020) pukul 15.00 WIB. Ia menggantikan posisi pelaksana tugas (Plt) Kepala BPIP Hariyono.

Penunjukan Yudian Wahyudi sebagai kepala BPIP itu atas dasar ajaran nilai-nilai Pancasila yang ia berikan di kampusnya, salah satunya dengan membentuk Pusat Studi Pancasila.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang II UIN Suka Sahiron Syamsuddin. Ia mengungkapkan, Jokowi secara langsung menunjuk Yudian sebagai kepala BPIP yang baru.

Adapun pertimbangan yang dijadikan penetapan Yudian sebagai kepala BPIP adalah Pusat Studi Pancasila dan bela negara yang sudah berjalan dengan baik.

"Melalui Pusat Studi Pancasila yang kami miliki, kami sering mengadakan seminar dan workshop," jelas Sahiron pada HarianJogja.com -- jaringan SuaraJogja.id, Rabu.

Di samping itu, Yudian, kata Sahiro, memiliki segudang argumentasi bahwa Indonesia harus mempertahankan ideologi Pancasila, baik alasan agama maupun alasan sekuler, terutama alasan-alasan keagamaan yang sangat dalam. Sebab, terdapat berbagai agama dan kepercayaan di Indonesia.

Dengan jabatan baru sang profesor, ia berharap Yudian amanah dan berhasil dalam membina ideologi pancasila.

"Keberhasilan dari institusi yang dia pimpin dilihat secara bertahap," kata dia.

Meskipun telah dilantik sebagai Kepala BPIP, masa jabatan Yudian sebagai Rektor UIN Suka baru akan berakhir pada 10 Mei 2020 mendatang. Saat ini pihaknya sedang menunggu instruksi dari Kementerian Agama (Kemenag) terkait rangkap jabatan.

"Apakah boleh merangkap, kalau secara aturan tidak memungkinkan maka akan menunjuk Plt," ujar Sahiron.

Dirinya pun menjamin, proses administrasi kampus yang membutuhkan tanda tangan rektor tidak akan terganggu walaupun tidak ada yang menjabat.

"Mudah-mudahan tidak terganggu, Pak Rektor kalau ada surat penting segera ditandatangani biasanya," tutur dia.

Kini UIN Suka juga sedang melakukan penjaringan calon rektor baru yang diharapkan mulai menjabat pada akhir April tahun ini.

"Penjaringan rektor juga sudah dimulai sehingga akhir April diusahakan ada rektor baru," jelas dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS