Dapat Fasilitas Karaoke, Ini Kisah Nugraha Selama Masa Karantina di Natuna

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Dapat Fasilitas Karaoke, Ini Kisah Nugraha Selama Masa Karantina di Natuna
WNI yang diobservasi di Natuna berjalan ke pesawat untuk terbang ke Jakarta untuk kembali ke daerah masing-masing, Natuna, Kepri, Sabtu (15/2/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

Nugraha mengaku mendapat fasilitas nyaman selama dalam masa karantina di Natuna

SuaraJogja.id - Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya berada di Wuhan, China memiliki kisah selama menjalani observasi dan karantina di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Pihaknya benar-benar mendapat perhatian dari pemerintah untuk memastikan tak terjangkit coronavirus.

Hal itu diceritakan salah seorang WNI asal Sleman, Nugraha Krisdiyanta (46) yang selama lebih kurang dua tahun menimba ilmu pendidikan di Central China Normal University, Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

"Jadi saat tiba di Natuna (dari Batam) kami langsung diarahkan ke dalam ruangan observasi. Jadi ratusan WNI tersebut langsung mengikuti perintah petugas untuk masuk ke dalam tenda yang disediakan," jelas Nugraha saat dihubungi SuaraJogja.id, Minggu (16/2/2020).

Nugraha menjelaskan, keseharian selama observasi di Natuna dilakukan seperti orang normal pada umumnya.

"Kegiatannya normal dan sudah terjadwal selama kami di sana (observasi di Natuna). Jadi bangun pagi pukul 05.15, dilanjutkan bersih-bersih pada  05.30 wib," katanya.

Nugraha melanjutkan, pada pukul 06.00-07.00 wib para peserta observasi melaksanakan olahraga. Selanjutkan sarapan pagi pukul 07.30 dan pengecekan suhu tubuh pukul 09.30 wib.

"Hal itu dilakukan selama 14 hari, jadi kami merasa nyaman selama di sana. Asupan makan juga diperhatikan dengan baik, empat sehat lima sempurna ditambah dengan multivitamin untuk kesehatan dan daya tubuh kami. Seperti Imbus, vitamin c, b kompleks dan vitamin lain, semuanya diberi" jelas dia.

Pihaknya menggambarkan, keadaan di Natuna layaknya kegiatan orang normal biasa. Beberapa WNI juga kerap mengenakan masker saat beraktivitas.

"Kita beraktivitas layaknya masyarakat seperti biasa, bangun tidur, olahraga, makan, cek kesehatan dan kegiatan bermanfaat lain. Bahkan di lokasi sana kita bisa bermain pingpong, dan karaoke. Artinya kami difasilitasi dan diayomi di sana (Natuna)," terangnya.

Nugraha merupakan mahasiswa jenjang pendidikan doktor jurusan Linguistik. Saat ini pihaknya tengah berusaha menyelesaikan tugas akhir.

"Saat ini sudah semester akhir, sebentar lagi akan lulus. Saya tetap melanjutkan pendidikan nantinya. Apakah akan kembali lagi ke Wuhan, itu pasti. Tapi nanti melihat arahan dan perintah dari kementerian setempat. Tentunya ketika keadaan di Wuhan sudah kembali normal," katanya.

Disinggung tekait kedatangan Nugraha ke kampung halamannya di Dusun Banjeng, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sleman, keluarga juga sudah menerima. Tidak ada rasa khawatir terkait virus Corona

"Ya cukup lega sudah bisa kembali ke rumah (Maguwoharjo). Keluarga juga sudah menerima dan tidak khawatir dengan virus Corona. Tetangga juga sudah tahu namun memang tidak ada sambutan apapun karena memang tidak ada hal yang perlu diresahkan dan biasa saja," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, 237 WNI telah dipulangkan Pemerintah Republik Indonesia dari Wuhan ke Indonesia, 1 Februari 2020. Para WNI dilakukan observasi selama dua pekan di Kabupaten Natuna selama dua pekan. Pada 14 Februari 2020 mereka telah dipastikan sehat dan dieknbalikan ke daerah masing-masing pada 15 Februari 2020.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS