Masker di Sleman Kian Menipis, Dinkes Prioritaskan ke Pasien ISPA

Jumlah masker yang tersedia di farmasi Dinkes Sleman mulai menipis.

Galih Priatmojo
Selasa, 03 Maret 2020 | 12:00 WIB
Masker di Sleman Kian Menipis, Dinkes Prioritaskan ke Pasien ISPA
Seorang pelanggan apotek melintasi pintu masuk yang terdapat tulisan masker kosong di Apotek Jalan Sultan Agung, Umbulharjo, Yogakarta, Senin (2/3/2020). [Suarajogja.id / M Ilham Baktora]

SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan Sleman mulai melakukan kebijakan efisiensi penggunaan masker. Hal ini terutama lantaran jumlah masker yang terbatas.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Djoko Hastaryo menjelaskan, saat ini di gudang farmasi Dinkes Sleman terdapat dua jenis masker, yaitu masker biasa dan masker N-95.

Hanya saja, jumlah masker biasa saat ini hanya tinggal sekitar 542.000 lembar, sedangkan masker N-95 sekitar 2.420 masker.

"Di Puskesmas rerata ada 1.000 lembar per Puskesmas. Penggunaan masker diprioritaskan bagi pasien sakit ISPA, mengarah pneumonia, batuk pilek dan sesak napas," kata dia saat ditemui wartawan, Selasa (3/3/2020).

Baca Juga:Siaga Virus Corona, Sleman Siapkan Ruang Isolasi Khusus Di Tiap RS

Sebelumnya, masker diletakkan di meja layanan dan setiap pengunjung yang membutuhkan masker bisa mengambilnya. Namun saat ini, pihaknya meminta Puskesmas agar hanya memberikan masker kepada pasien yang sudah diperiksa dan sakit.

Sebelumnya, Dinkes Sleman menyediakan masker juga salah satunya untuk persiapan menghadapi erupsi Merapi dengan jumlah yaitu 30% dari jumlah penduduk.

"Tapi sekarang jumlahnya kurang, kami sudah beberapa kali meminta kepada distributor agar mengirimkan, tapi masih belum dikirim. Maka distribusi yang kami lakukan harus tepat," kata dia.

Dinkes Sleman tidak menyarankan penggunaan masker bagi warga dalam kondisi tubuh sehat. Apabila warga tidak mendapat masker, mereka bisa menggunakan tutup hidup dan mulut yang ada di sekitar warga, asalkan dalam kondisi bersih.

"Mulai awal Januari kami minta fasilitas kesehatan agar tidak sepelekan pasien ISPA. Kalau ada pasien dinyatakan ISPA, agar dilakukan wawancara mendalam. Misalnya apakah ia ada riwayat kontak, umrah atau perjalanan luar negeri," ujarnya. 

Baca Juga:Disdik Sleman Gandeng Berbagai Pihak Siapkan Protap Kegiatan Outbond Siswa

Kontributor : Uli Febriarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak