Jogja Kedatangan 1.022 Orang Awal April, Pendatang Diminta Isolasi Mandiri

Pendatang harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di ruang atau kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Sabtu, 04 April 2020 | 11:29 WIB
Jogja Kedatangan 1.022 Orang Awal April, Pendatang Diminta Isolasi Mandiri
Suasana Stasiun Yogyakarta, salah satu pintu masuk pendatang ke Kota Yogyakarta. (ANTARA/Eka AR)

SuaraJogja.id - Sebanyak 1.022 orang dari luar DIY tercatat masuk ke Kota Yogyakarta di awal April 2020 ini. Pemkot Yogyakarta mencatat, angka tersebut mencakup pula warga Jogja yang baru pulang dari luar daerah.

"Antisipasi terhadap potensi aliran pendatang atau pemudik tetap kami lakukan, misalnya memeriksa kesehatan dan mencatat asal pemudik. Pemudik atau pendatang juga wajib lapor RT/RW untuk antisipasi penularan virus corona," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Sabtu (4/4/2020).

Berdasarkan data Bagian Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta, warga pendatang yang masuk ke Jogja pada awal April tersebar merata di 14 kecamatan di Kota Yogyakarta. Dilaporkan ANTARA, pendatang paling banyak berada di Kecamatan Umbulharjo (152 orang), disusul Kecamatan Kotagede (137 orang), lalu Kecamatan Gondokusuman (122 orang). Jumlah pendatang yang berada di sebelas kecamatan lain jumlahnya hanya puluhan orang.

Heroe mengatakan, seluruh pendatang yang masuk ke Jogja diminta melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari dengan mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, seperti menggunakan masker, berada di ruang atau kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya, dan rutin mengecek kondisi kesehatan, termasuk suhu badan.

Baca Juga:Simpang Siur Pelarangan Mudik, Mardani Ali Sera: Kebijakan Amburadul

"Pendatang biasanya keluarga dari warga di Kota Yogyakarta," tambah Heroe.

Pemkot Jogja telah menyiapkan tempat karantina di dua lokasi dengan kapasitas total 50 kamar untuk memfasilitasi pendatang yang benar-benar membutuhkan tempat isolasi karena tempat tujuan tidak memiliki ruangan khusus untuk isolasi mandiri.

"Karena belum ada aturan atau kebijakan khusus terkait mudik, maka kami di daerah sebenarnya berharap ada pemeriksaan kesehatan di daerah asal pemudik, sehingga pemudik yang datang adalah warga yang benar-benar sehat. Jika tidak sehat, maka tidak boleh diberangkatkan," ungkap Heroe.

Ia menerangkan, upaya tersebut bertujuan untuk mengurangi potensi atau risiko penularan virus corona penyebab COVID-19, baik selama perjalanan maupun selama berada di daerah tujuan dan saat kembali ke daerah asal.

Hingga Jumat (3/4/2020), jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terkait penularan COVID-19 di Kota Yogyakarta tercatat 362 orang; terbanyak di Kecamatan Umbulharjo (88 orang). Selain itu, ada 12 pasien dalam pengawasan (PDP) dan dua pasien positif COVID-19. Sebelumnya, sudah ada dua pasien positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh.

Baca Juga:Lautaro dan Neymar, 2 Target Utama Barcelona di Bursa Transfer Mendatang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak