TPST Piyungan Tutup, Sampah Warga Jogja Sementara Tak Bakal Diangkut

Karena sampah tak bakal diangkut, warga Jogja juga tak boleh membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Sabtu, 11 April 2020 | 12:05 WIB
TPST Piyungan Tutup, Sampah Warga Jogja Sementara Tak Bakal Diangkut
Seorang pengendara ojek online melintasi TPS Pengok, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Kamis (9/4/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

SuaraJogja.id - Ditutupnya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan berimbas pada pengangkutan sampah warga Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta. Selama TPST Piyungan masih ditutup, warga Kota Yogyakarta pun diminta untuk bijak mengelola sampah.

Pasalnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta pun tak bisa mengangkut sampah warga Jogja. Itulah sebabnya warga Jogja perlu mengurangi dan mengelola sampah dengan bijak.

"Selamat siang sedherek, karena ditutupnya TPST Piyungan sejak Rabu (8/4) kemarin, maka untuk sementara rekan-rekan
@DLHkotayk tidak bisa melakukan pengangkutan sampah," cuit @PemkotJogja, Jumat (10/4/2020).

Tak hanya itu, karena sampah tak bakal diangkut, warga Jogja juga tak boleh membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Baca Juga:BMKG Jelaskan Misteri Dentuman dan Kondisi Laut saat Anak Krakatau Erupsi

"Kami mengimbau kepada warga Kota Yogyakarta untuk sementara menunda pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) untuk mengantisipasi penumpukan sampah di depo," lanjut kun milik Pemkot Jogja itu.

"Kami juga meminta agar warga Kota Yogyakarta dapat secara bijak mengelola sampahnya, antara lain dengan menerapkan sistem reuse, reduce, recycle," imbuhnya.

Melalui utas tersebut, Pemkot Jogja juga menyampaikan harapan supaya operasional TPST Piyungan dapat kembali berjalan normal tiga hari ke depan. Pihaknya juga meminta maaf atas situasi yang tidak nyaman ini.

TPST Piyungan tutup sementara

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan diketahui tutup sementara sejak Rabu (8/4/2020). Mulanya penutupan direncanakan berlangsung selama tiga hari sampai Jumat (10/4/2020).

Baca Juga:Andritany Ardhiyasa Lelang Jersey Timnas Indonesia

Kepala Balai Pengelolaan Sampah TPST Piyungan Fauzan Umar mengungkapkan, selama musim hujan kodisi lahan landfill TPST dari hari ke hari makin becek, sehingga daya dukung lahan untuk menumpu beratnya alat tidak lagi memungkinkan. Akibatnya, operasi alat berat yang bekerja untuk melayani bongkaran sampah dari armada truk sering kepater, atau ambles.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini