Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Petugas Kebersihan OTG COVID-19, SMAN 10 Jogja Dikosongkan

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana Senin, 20 April 2020 | 15:29 WIB

Petugas Kebersihan OTG COVID-19, SMAN 10 Jogja Dikosongkan
SMAN 10 Yogyakarta - (SuaraJogja.id/Putu)

Ayah dari petugas kebersihan tersebut sebelumnya dinyatakan positif COVID-19.

SuaraJogja.id - Sebanyak 54 guru dan karyawan SMAN 10 Jogja terpaksa harus melakukan isolasi mandiri. Sebab, salah satu petugas kebersihan mereka diisukan berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) COVID-19.

Isu yang viral di media sosial (medsos) ini menyebabkan kehebohan di lingkungan sekolah. Apalagi disinyalir petugas tersebut tetap bekerja di sekolah meski berstatus OTG.

Kepala SMAN 10 Jogja Sri Murni ketika dikonfirmasi, Senin (20/04/2020), mengungapkan, isu tersebut tidak sepenuhnya benar. Meski sekolah memang akhirnya meminta semua guru dan karyawan mereka melakukan isolasi mandiri, petugas kebersihan mereka yang dinyatakan OTG ternyata hasil labnya negatif.

“Ada pemberitaan yang tidak pas karena di medsos [petugas kebersihan] dinyatakan positif [COVID-19], sehingga menimbulkan kecemasan masyarakat dan kami sendiri juga bingung. Tapi dari hasil tes tanggal 17 [April] ternyata negatif,” ungkapnya.

Tes tersebut dilakukan karena ayah dari petugas kebersihan tersebut sebelumnya dinyatakan positif COVID-19. Karenanya, petugas kebersihan tersebut dinyatakan OTG oleh Puskesmas Gamping meski hasil tesnya negatif. Petugas tersebut masih akan dilakukan tes lab pada 23 April 2020 nanti.

Meski dinyatakan hasil lab-nya negatif, sekolah akhirnya memutuskan untuk isolasi mandiri. Namun pihak sekolah memastikan, petugas tersebut tidak banyak bertemu dengan guru dan karyawan selama dua minggu terakhir. Sebab, saat ini sekolah memberlakukan pembelajaran dan pekerjaan administrasi online di rumah.

Hanya saja, sekolah itu memberlakukan sistem piket, maka guru dan karyawan bergantian masuk ke sekolah. Namun karena kejadian ini, untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19, semua guru dan karyawan sekolah tersebut akhirnya melakukan isolasi mandiri hingga 30 April 2020 mendatang.

“Puskesmas Gondomanan meng-crosschek ke sekolah untuk mengetahui kronologi kejadiannya. Demi kehati-hatian maka kami harus karantina mandiri sesuai protokol penanganan COVID-19. Kami diberi format untuk dicentang setiap hari selama 14 hari. Ini hari ketiga semua dalam kondisi baik,” imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait