alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemudik di Gunungkidul Capai 11.724 Orang, Paling Banyak dari Jakarta

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana Senin, 04 Mei 2020 | 09:00 WIB

Pemudik di Gunungkidul Capai 11.724 Orang, Paling Banyak dari Jakarta
[Ilustrasi] Petugas Dishub DIY memeriksa penumpang dari luar kota di pos pintu utama DIY, Tempel, Kabupaten Sleman, Senin (27/4/2020). [Suarajogja.id / Ilham Baktora]

Pemkab Gunungkidul sudah mengimbau agar perantau tidak pulang ke rumah hingga kondisi aman dari penyebaran virus.

SuaraJogja.id - Jumlah warga yang pulang kampung ke Kabupaten Gunungkidul telah mencapai 11.724 jiwa hingga Minggu (3/5/2020). Meski jumlahnya dari hari ke hari tak sebanyak di masa awal pandemi, angka pemudik di daerah ini masih terus bertambah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan, hingga saat ini masih ada pemudik yang pulang kampung. Namun, tingkat penambahan tidak sebanyak saat awal-awal adanya pandemi.

Sebagai gambaran, dalam tiga hari terakhir pertambahan setiap harinya tidak mencapai 100 orang, berbeda dari awal-awal pandemi, yang jumlahnya bisa bertambah 1.000 orang per hari.

"Sudah jauh berkurang dan kondisinya tidak semasif saat awal-awal penyebaran corona," kata Kelik, Minggu (3/5/2020), dikutip dari HarianJogja.com -- jaringan SuaraJogja.id.

Baca Juga: Duo Brasil Milik Persiraja Banda Aceh Pilih Pulang Kampung

Menurut Kelik, pendataan pemudik dilakukan melalui sistem informasi desa (SID). Total tercatat sudah ada 11.724 pemudik yang pulang. Kelik mengatakan, pemudik paling banyak berasal dari wilayah Jakarta, yakni sebanyak 2.802 jiwa. Selain itu, ada juga yang berasal dari wilayah di DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga luar negeri.

Pemkab Gunungkidul sudah mengimbau agar perantau tidak pulang ke rumah hingga kondisi aman dari penyebaran virus. Pasalnya, mobilisasi warga ini berpeluang menjadi penyebab penyebaran virus.

Pemudik yang telanjur pulang ke kampung halaman diwajibkan melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

"Akan terus dipantau karena saat pendataan diminta mengisi data diri lengkap dengan nomor yang bisa dihubungi," katanya.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Enny Nurwidiastuti menyebutkan, pihaknya sudah menyiapkan personel untuk pengamanan Operasi Ketupat Progo yang berlangsung selama 37 hari. Total ada 445 petugas kepolisian yang diterjunkan untuk pengamanan.

Baca Juga: Santuy, Sirajuddin Mahmud Tidur Sarungan Bareng Zaskia Gotik di Lantai

Menurut dia, sasaran utama operasi Ketupat Progo adalah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu, pengamanan juga untuk memastikan kemananan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait