Buat Sedekah Berkah, Uniknya Cara Atik Berbagi Makanan di Gantungan Bambu

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Buat Sedekah Berkah, Uniknya Cara Atik Berbagi Makanan di Gantungan Bambu
Warga menggantungkan dan mengambil sembako serta makanan dalam aksi Sedekah Berkah di Pedukuhan Ngentak, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (12/5/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Tidak hanya ibu-ibu pengajian, warga sekitar juga aktif menggantungkan makanan untuk disedekahkan.

SuaraJogja.id - Bulan Ramadan merupakan momen yang diyakini umat Muslim dapat mendatangkan banyak berkah. Tak sedikit masyarakat yang kemudian menyedekahkan sebagian rezekinya pada bulan ini. Bahkan di tengah pandemi Covid-19 saat ini, kerap deitemui bantuan dari dan bagi antar-warga.

Salah satunya terlihat pada masyarakat yang tergabung dalam pengajian ibu-ibu Masjid Margotunggal, Ngentak, Caturtunggal, Depok, Sleman. Dalam situasi sulit seperti saat ini, mereka menyisihkan sebagian hartanya untuk disedekahkan dalam bentuk makanan dan sembako. Uniknya, hal itu dilakukan dengan cara menggantungkan bahan makanan pada bambu yang telah disediakan di kampung setempat.

"Intinya kami merasa agak prihatin dengan keadaan ekonomi yang saat ini juga sulit. Kemudian muncul informasi di grup WhatsApp, ya di mana ada orang nekat [berbuat jahat] karena ekonomi. Akhirnya kami menginisiasi dengan membuat sedekah berkah ini, termasuk dalam bulan Ramadan ini orang-orang juga merasa tidak berat untuk berinfak," kata Ketua Dewan Pembina Wanita (DPW) Masjid Margotunggal Atik Tumiyati Widiharto, ditemui SuaraJogja.id di kediamannya, Selasa (12/5/2020).

Ketua Dewan Pembina Wanita (DPW) Masjid Margotunggal, Ngentak Sleman Atik Tumiyati Widiharto diwawancarai di kediamannya, Selasa (12/5/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Ketua Dewan Pembina Wanita (DPW) Masjid Margotunggal, Ngentak Sleman Atik Tumiyati Widiharto diwawancarai di kediamannya, Selasa (12/5/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Sedekah berkah yang baru berjalan empat hari sejak Sabtu (9/5/2020) ini mendapat respons antusias dari warga. Tidak hanya ibu-ibu pengajian, warga sekitar lainnya juga aktif menggantungkan makanan untuk disedekahkan.

"Kawasan kami kan banyak anak kos ya, selain itu tidak jarang driver ojek dan juga pedagang yang melintas di kampung ini. Artinya kami sediakan sedekah berkah untuk siapa saja yang datang ke pedukuhan kami," kata dia.

Awal mula aksi berbagi ini dilakukan, Atik menceritakan, ada sekitar 30 paket atau kresek yang berisi makanan dan sembako.

"Awalnya hanya 30-40 sembako, kami menggantungkan di pagar Masjid Margotunggal. Namun karena kesannya untuk kaum tertentu, akhirnya kita buatkan bambu dan diletakkan di depan masjid. Jadi sedekah ini bisa diambil oleh masyarakat siapa pun orangnya," jelas dia.

Hingga kini, lokasi sedekah berkah tak hanya di depan masjid Margotunggal. Salah satu sudut kompleks rumah warga yang berjarak 200 meter dari masjid juga menjadi titik didirikan bambu untuk menggantungkan sembako.

Warga menggantungkan dan mengambil sembako serta makanan dalam aksi Sedekah Berbagi di Pedukuhan Ngentak, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (12/5/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Warga menggantungkan dan mengambil sembako serta makanan dalam aksi Sedekah Berkah di Pedukuhan Ngentak, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (12/5/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Beberapa spanduk juga terpasang di bambu-bambu itu. Salah satunya tertulis 'Ayo Lebih Baik, Taruh Semampumu, Ambil Seperlumu, Berilah Sedekah Terbaik'.

"Semakin hari alhamdulilah bertambah, saat ini bisa mencapai 60 paket, sehingga hari ini [Selasa] kami buatkan pos yang kedua di lokasi yang berbeda, Ketua Takmir Pak Juni Subiyantoro dan Pak Dukuh Ngentak Rubimin juga sudah mengizinkan," katanya.

Sedekah Berkah, lanjut Atik, berlaku 24 jam, sehingga tidak ada batasan waktu warga ingin menaruh sedekah atau mengambil makanan yang digantung.

"Jadi ketika warga ingin salat lima waktu dan membawa makanan, silakan menaruh di tempat itu. Ketika pagi hari saat mereka berbelanja dan melewati masjid, bisa langsung menggantungkan. Tidak ada batasan waktunya," jelas dia.

Pada bulan penuh berkah ini, dirinya berharap, sifat saling memberi dan gotong royong tetap hidup di lingkungan warga.

"Sifat gotong royong ini bisa tetap hidup. Jadi ada rasa empati yang muncul oleh masing-masing warga. Hal ini yang harus dihidupkan di samping pemerintah juga memberi bantuan kepada warganya," kata dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS