Sayur Lodeh Penolak Bala Jadi Sorotan Media Asing, Bagaimana Asal-usulnya?

Berikut makna dari ketujuh bahan komposisi sayur lodeh.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Rabu, 13 Mei 2020 | 17:20 WIB
Sayur Lodeh Penolak Bala Jadi Sorotan Media Asing, Bagaimana Asal-usulnya?
Segarnya Kuah Sayur Lodeh.(Shutterstock)
  1. Kluwih: kluwargo luwihono anggone gulowentah gatekne (Keluarga harus lebih diurusi dan diperhatikan)
  2. Cang gleyor: cancangen awakmu ojo lungo-lungo (Ikatlah dirimu jangan pergi-pergi)
  3. Terong: terusno anggone olehe manembah Gusti ojo datnyeng (Lanjutkan beribadah kepada Yang Maha Kuasa)
  4. Kulit melinjo: ojo mung ngerti njobone, ning kudu ngerti njerone babakan pagebluk (Jangan hanya lihat dari luar, tetapi harus mengetahui yang ada di dalam terkait bencana)
  5. Waluh: uwalono ilangono ngeluh gersulo (Hilangkanlah sifat mengeluh)
  6. Godong so: golong gilig donga kumpul wong sholeh sugeh kaweruh (Berkumpulah dengan orang-orang yang saleh dan orang pintar)
  7. Tempe: temenono olehe dedepe nyuwun pitulungane Gusti Allah (Yakinlah dalam memohon pertolongan Sang Pencipta)

Ritual memasak sayur lodeh sendiri adalah sebuah contoh slametan, sejenis ritual yang oleh antropolog Clifford Geertz diidentifikasikan sebagai ciri utama budaya Jawa. Salah satu ciri khas slametan adalah didasari kepercayaan bahwa segala yang terjadi di dunia sudah ditakdirkan dan tak terhindarkan, sehingga pembuatan sayur lodeh dilakukan tanpa harapan macam-macam.

"Sangat menarik bahwa sayur lodeh bukan hal yang individual," kata Revianto. "Ini merupakan respons terhadap musibah yang sepertinya akan menimpa semua orang. Ini adalah upaya untuk mengurangi, atau menghindari, sesuatu yang mungkin tak terhindarkan."

Bagi masyarakat di luar Jogja, salah satu hal yang menarik tentang keajaiban sayur lodeh adalah betapa sebenarnya masakan ini tidak ajaib. Bahan-bahannya kemungkinan sudah biasa menjadi persedian warga desa di Jawa, dan cara memasaknya pun sederhana. Di masa lalu, memasak sayur lodeh baru akan dilakukan setelah dua pusaka kerajaan -- tombak dan bendera suci, yang konon terbuat dari bahan yang diambil dari makam Nabi Muhammad -- diarak di jalan-jalan. Berbeda dengan saat ini, sayur lodeh lebih dianggap seperti makanan biasa.

Namun, meskipun mudah dibuat, sayur lodeh memiliki asal-usul yang kompleks. Sejumlah pakar percaya bahwa tradisi ini berkaitan dengan kejadian di masa kejayaan peradaban Jawa Tengah pada abad ke-10, di mana lodeh memungkinkan penduduk untuk berlindung dengan aman selama terjadi letusan besar-besaran dari Gunung Merapi pada tahun 1006. Menurut sejarawan makanan Fadly Rahman, sayur lodeh sudah ada sejak abad ke-16 setelah Spanyol dan Portugis memperkenalkan kacang panjang ke Pulau Jawa. Pakar lainnya berpendapat bahwa memasak sayur lodeh adalah "tradisi kuno" yang diciptakan di antara ke-19 hingga pergantian abad ke-20. Mereka meyakini, saat itu para tokoh intelektual Jogja berada di jantung Kebangkitan Nasional Indonesia, sebuah periode ketika banyak mitos nasional ditemukan dengan berbagai cara, dirayakan, dan diciptakan.

Baca Juga:Inter Milan Favorit Dapatkan The New Andrea Pirlo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak