Penumpang di Bandara YIA Harus Bawa Berkas Lengkap, Bakal Dicek KKP

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Penumpang di Bandara YIA Harus Bawa Berkas Lengkap, Bakal Dicek KKP
Ruang tunggu keberangkatan Bandara YIA tampak sepi penumpang, Sabtu (4/4/2020) - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Saat ini YIA masih akan terus berkoordinasi dengan KKP untuk pengadaan rapid test di posko.

SuaraJogja.id - Sejak dibukanya kembali seluruh layanan moda transportasi umum oleh Menteri Perhubungan (Menhub), Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) kian berbenah. Pihak bandara mendukung adanya aturan ketat yang diberlakukan pemerintah kepada seluruh calon penumpang pesawat sebelum berangkat.

Seluruh penumpang wajib melalui proses pengecekan yang sudah diatur dalam aturan pemerintah, baik yang sudah ditentukan pihak bandara maupun yang sesuai dengan surat edaran Gugus Tugas Covid-19 yang terkait. Dari pantauan SuaraJogja.id, Rabu (13/5/2020), sudah ada posko yang diisi petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk pengecekan surat-surat terkait persyaratan yang harus dilengkapi calon penumpang pesawat.

Di posko tersebut, seluruh calon penumpang akan dicek terkait kelengkapan berkas kesehatan yang dikeluarkan instansi terkait. Salah satunya adalah hasil rapid test yang sudah harus dipegang oleh setiap penumpang.

Saat ini YIA masih akan terus berkoordinasi dengan KKP untuk pengadaan rapid test di posko tersebut. Hal itu untuk mengantisipasi adanya calon penumpang yang belum memiliki hasil tes tersebut.

Sebelum masuk ke dalam area check-in, setiap calon penumpang akan terlebih dahulu dicek suhu tubuhnya dengan thermal scanner. Setelah itu, seluruh penumpang akan diarahkan untuk tetap menerapkan physical distancing dan memakai masker saat akan berinteraksi dengan orang lain.

Salah satu calon penumpang pesawat, Winarsih (45), yang hendak pergi ke Palembang, mengaku harus mengikuti beberapa langkah untuk mengumpulkan berkas yang diminta sebagai syarat, baik sebelum datang ke bandara maupun saat tiba di bandara, ia dengan sabar mengikuti setiap prosedur yang diminta.

"Sebelumnya saya sudah cek Covid-19 di laboratorium, kemudian ke puskesmas minta surat sehat, baru saya beli tiket. Setelah itu saya diminta ke sini [loket pelayanan KKP] yang ada di bandara untuk mendapat surat izin berangkat," ujar Winarsih, Rabu.

Winarsih, yang baru saja menghadiri acara dukacita ini, sudah berangkat dari rumahnya di Jogja ke bandara sejak pukul 12.00 WIB. Pada pukul 13.30 WIB ia sampai di bandara, lalu langsung mengantre untuk membeli tiket dengan keberangkatan pukul 16.30 WIB.

"Sebenernya cepat pelayanannya, cuma antreannya aja yang cukup banyak. Mungkin bisa ditambah counter pelayanannya," ungkapnya.

Winarsih menambahkan, tidak keberatan harus melewati proses yang cukup memakan waktu tersebut. Hanya satu yang menjadi keberatannya, yakni tes Covid-19 yang harus dilakukannya secara mandiri, karena pihak Bandara YIA belum menyediakan tes Covid-19 sampai saat ini.

Pengakuan yang tidak jauh berbeda dikatakan Diah Tetrawati (54), wanita asal Jogja yang mendukung adanya prosedur kesehatan yang dilakukan di bandara. Diah sendiri melakukan perjalanan dalam rangka menyelesaikan urusan pekerjaannya di Jakarta.

"Bagus tadi dicek bagaimana suhu tubuh dan surat-surat yang lainnya. Saya malah senang kalau bisa langsung dinyatakan sehat atau sakit, kalau sakit ya tidak berangkat mungkin bisa ikut tes yang berikutnya. Demi keamanan bersama saja pokoknya," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS