Rektor Alma Ata: Virus Corona Berpotensi Berkembang Seperti Influenza

M Nurhadi | Mutiara Rizka Maulina
Rektor Alma Ata: Virus Corona Berpotensi Berkembang Seperti Influenza
Rektor Alma Ata, Hamam Hadi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2020). [Suarajogja.id / Mutiara Rizka]

Hamam Hadi berpandangan, dengan banyaknya kasus corona yang terus meningkat, masyarakat sebaiknya mempersiapkan new normal atau gaya hidup baru di tengah kondisi saat ini.

SuaraJogja.id - Penyebaran virus corona di Bantul diperkirakan masih belum mencapai puncaknya. Sempat melambat, penyebaran virus corona kembali meningkat. Saat ini, 80% pasien positif di Kabupaten Bantul merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG). 

Rektor Universitas Alma Ata Yogyakarta, Hamam Hadi berpandangan, dengan banyaknya kasus corona yang terus meningkat, masyarakat sebaiknya mempersiapkan new normal atau gaya hidup baru di tengah kondisi saat ini. 

Ia menjelaskan, istilah 'new normal' merujuk pada melakukan aktifitas lama yang dilakukan dalam kondisi baru dengan metode yang baru. New normal harus mempertimbangkan ketahanan keluarga dan kedaulatan pangan. 

"New normal itu boleh melakukan kegiatan yang lama dengan situasi baru dengan metode yang baru," kata Hamam, Selasa (19/5/2020). 

Hamam menilai, sudah saatnya masyarakat mempersiapkan gaya hidup baru. Sebab, merebaknya wabah corona masih terus meningkat dan belum bisa diperkirakan kapan berakhir. Sehingga gaya hidup baru, mendorong masyarakat untuk kembali beraktifitas  dalam kondisi yang baru. 

Ia menjelaskan, masyarakat perlu mulai mencari metode baru dalam melakukan kegiatan lama yang biasa dilakukan. Menurutnya, metode hidup baru tersebut dapat dilaksanakan selama tetap mematuhi pencegahan penyebaran virus corona. 

New normal perlu dilaksanakan dengan tetap memperhatikan karakteristik virus corona. Salah satunya, virus corona sangat sensitif dengan mobilitas masyarakat. Pemberlakuan new normal dapat dilaksanakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona. 

Sebagai pakar epidemiologi, Hamam menyebut virus corona akan selalu ada ditengah masyarakat dan memiliki potensi untuk berkembang seperti virus influenza. Saat ini, usaha yang dapat dilakukan adalah melakukan upaya pencegahan dan penemuan vaksin. 

"Saat ini yang bisa dilakukan, ilmuwan harus membuat vaksin yang nanti dapat digunakan oleh masyarakat," imbuhnya. 

Para pakar terus berusaha membuat vaksin yang dapat digunakan oleh masyarakat guna menekan penularan virus corona di kemudian hari.  Sementara pembuatan vaksin sendiri membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Saat ini, yang dapat dilakukan adalah langkah pencegahan yang sudah banyak disosialisasikan pemerintah. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan saling jaga jarak. Perilaku new normal juga perlu dilakukan sejak kini untuk membantu pergerakan ekonomi masyarakat. 

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS