Sleman Perpanjang Masa Belajar di Rumah Sampai 19 Juni

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Sleman Perpanjang Masa Belajar di Rumah Sampai 19 Juni
Ilustrasi belajar di rumah. [Antara Foto]

Arif mengakui bahwa belajar secara daring membuat sejumlah materi yang disampaikan pada siswa tereduksi.

SuaraJogja.id - Dinas Pendidikan Sleman memperpanjang masa belajar di rumah atau dari jarak jauh. Perpanjangan ini menyusul keputusan serupa Pemda DIY terhadap masa tanggap darurat bencana Covid-19, yang dilanjutkan sampai 30 Juni.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Sleman Arif Haryono mengatakan, masa pembelajaran jarak jauh akan kembali berlangsung bagi jenjang TK, SD, SMP, dan satuan pendidikan nonformal di Sleman setelah libur Lebaran berakhir pada 31 Mei 2020.

"Iya, diperpanjang mulai 2 Juni sampai 19 Juni," kata Arif, Sabtu (30/5/2020).

Aturan itu tertulis dalam Surat Edaran No 421/1795 tentang Pengaturan Pembelajaran Dalam Perpanjangan Massa Tanggap Darurat Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Sleman. Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa peserta didik akan menerima hasil belajar semester genap dan kenaikan kelas pada 20 Juni 2020.

Sementara, libur akhir tahun pelajaran 2019/2020 akan dimulai tanggal 22 Juni sampai 11 Juli 2020. Siswa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar pada 13 Juli 2020 mendatang, seperti dilansir HarianJogja.com -- jaringan SuaraJogja.id.

Terkait pelaksanaan metode pembelajaran jarak jauh, Arif meminta pengawas sekolah dan penilik untuk melakukan pemantauan dan membimbing satuan pendidikan dalam penyelenggaraannya, kemudian melaporkannya pada kepala bidang di Dinas Pendidikan Sleman sesuai kewenangan.

Sebelumnya, Arif mengakui bahwa belajar secara daring membuat sejumlah materi yang disampaikan pada siswa tereduksi. Maka saat ini pihaknya juga tengah menyiapkan mekanisme terkait penguatan materi pada siswa untuk mencapai target.

"Apa pun yang dilakukan sekolah untuk memenuhi target kurikulum, itu tidak mungkin. Maka nanti ketika kondisi normal, guru akan melakukan remedial karena materi pembelajaran itu bertingkat," jelas Arif.

Pihaknya akan mengevaluasi secara menyeluruh dari masing-masing sekolah untuk melihat target pencapaian kurikulum dan poin-poin apa saja yang masih harus dilakukan penambahan dan pengulangan materi yang semestinya sudah diberikan pada tahun ajaran ini.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS