Peci Geblek Renteng, Kerajinan Termasyhur Khas Kulon Progo

M Nurhadi | Hiskia Andika Weadcaksana
Peci Geblek Renteng, Kerajinan Termasyhur Khas Kulon Progo
Sarbini menunjukkan hasil produksi peci geblek renteng miliknya, di rumahnya daerah Pedukuhan Lengkong, Desa Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, Minggu (21/6/2020). [Suarajogja.id / Hiskia Andika]

Peci geblek renteng tidak hanya berkualitas namun juga memiliki nilai karena dikerjakan secara manual oleh pengrajin.

SuaraJogja.id - Semangat Bela Beli Kulon Progo terus diserukan instansi pemerintahan Kabupaten Kulon Progo. Selain baju batik yang sudah menjadi ciri khas, kini giliran peci bermotif geblek renteng yang mulai digencarkan.

Panewu Nanggulan, Duana Heru, mengatakan bahwa Bupati Kulon Progo sudah memberikan instruksi kepada seluruh jajarannya untuk terus memacu semangat Bela Beli Kulon Progo. Peci bermotif geblek renteng rencananya akan mulai diwajibkan untuk semua instansi di Kulon Progo.

"Selain bermotif geblek renteng peci tersebut juga diproduksi langsung oleh tangan terampil perajin peci di Kulon Progo," ujar Duana, saat ditemui di tempat produksi peci geblek renteng, Minggu, (21/6/2020).

Produksi peci tersebut adalah milik Sarbini warga Pedukuhan Lengkong, Desa Donomulyo, Kapanewon Nanggulan. Menurutnya, inovasi yang dibuat Sarbini ini merupakan bentuk dukungan kepada Kulon Progo yang patut untuk diapresiasi.

Duana berharap, semangat Bela Beli Kulon Progo yang dituangkan Sarbini dalam peci ini tidak hanya membantu Sarbini dalam mengangkat bisnis kerajinannya. Namun juga bisa dicontoh oleh masyarakat lain agar bisa lebih berinovasi menambahkan ciri khas Kulon Progo pada setiap kerajinan yang diproduksi.

"Bisa menambahkan sentuhan khas Kulon Progo sebagai daya jual sekaligus sebagai dukungan juga untuk Kulon Progo tercinta," ungkapnya.

Saat ini Sarbini baru memproduksi sesuai pesanan yang kerap kali justru datang dari luar daerah. Duana menambahkan, kualitas dari peci produksi Sarbini sudah sangat sesuai standar dan layak untuk memiliki harga yang lebih. Pasalnya, Sarbini membuatnya dengan penuh ketelitian secara manual atau hand-made.

"Kalau memang lama ya karena buatan tangan bukan mesin, sehingga kualitasnya bagus. Harganya pun menengah, tidak terlalu murah sehingga mengabaikan kualitas dan tidak terlalu mahal sehingga tidak dijangkau," ucapnya.

Sementara itu, Sarbini mengatakan ide membuat peci ini datang dari mantan Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Ia juga tidak menampik bahwa dari peci bermotif geblek renteng ini membuat produksinya tetap jalan di tengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya Sarbini membuat kopiah untuk dipasarkan sehari-hari, baru beberapa waktu terakhir pihaknya membuat peci. Kurang lebih sudah sekitar enam tahun ia menggeluti kerajinan peci dan kopiah tersebut.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS