Diberi Stigma Tukang Pamer, Mas-Mas Berseragam Ini Justru Banjir Pujian

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Diberi Stigma Tukang Pamer, Mas-Mas Berseragam Ini Justru Banjir Pujian
Ilustrasi polisi. (Shutterstock)

"Justru saya dan beberapa teman saya yang diam2 follow ini akun malah ikut tertawa karena realitanya memang seperti ini," tulisnya.

SuaraJogja.id - Gara-gara viral-nya sejumlah konten oknum abdi negara yang tak jarang memamerkan seragam dan profesinya, banyak warganet yang lantas mengecap para personel dari instansi tersebut sebagai tukang pamer. Namun, baru-baru ini sebuah pesan dari seorang pengguna Twitter yang mengaku sebagai salah satu anggota "instansi berseragam" itu justru mendatangkan banjir pujian.

Isi pesan itu dibagikan ke Twitter pada Rabu (24/6/2020) oleh @txtdrberseragam, akun yang selalu membagikan konten, termasuk video, yang menunjukkan kelakuan dari oknum aparat pemerintah yang tak patut dicontoh.

Menyertai tangkapan layar isi pesan tersebut, admin @txtdrberseragam mengungkapkan respek pada si pengirim. Ia menuliskan, "Oke admin suka sama mas berseragam yang satu ini."

Dalam pesan tersebut, "mas-mas berseragam" ini berpesan pada @txtdrberseragam supaya tak usah takut jika mendapat teror dari pihak yang tersinggung dengan kontennya di Twitter.

"Justru saya dan beberapa teman saya yang diam2 follow ini akun malah ikut tertawa karena realitanya memang seperti ini," tulisnya.

Pengirim, yang menyebutkan dirinya sebagai salah satu pejabat angkatan di isntansinya, juga mengaku kerap memperingatkan juniornya supaya tidak berperilaku neko-neko sampai diekspos di @txtdrberseragam. Jika itu terjadi, kata dia, juniornya akan dibuat "berkeringat."

Menurutnya, sebagai salah satu "orang berseragam", ia bagaimanapun juga tetap harus menjaga nama baik institusinya supaya dijauhkan dari stigma memalukan.

Pesan dari warganet yang mengaku sebagai anggota "institusi berseragam" - (Twitter/@txtdrberseragam)
Pesan dari warganet yang mengaku sebagai anggota "institusi berseragam" - (Twitter/@txtdrberseragam)

"Justru akun ini dapat berfungsi sebagai kontrol sosisal agar kami yag "berseragam" tidak sembarangan posting sesuatu di sosmed yang bersifat "cringe" karena pasa hakikatnya seragam ialah AMANAT bukan ajang untuk pamer sana sini, apalagi jadi ajang untuk OBJEKTIFIKASI PEREMPUAN," lanjutnya.

Dia juga menjelaskan bahwa baginya mengunggah foto berseragam itu tak salah asalkan tidak disertai motif pamer, sehingga terkesan negatif, memalukan, dan norak di mata publik.

"Oleh karena itu, silahkan tetap menjadi kontrol sosial namun tetap perhatikan privasi orang tersebut guna menghindari hal2 yg tidak diinginkan. Terimakasih," tutupnya.

Kicauan berisi pesan dari pengirim yang kemudian dijuluki "mas berseragam" oleh @txtdrberseragam ini telah menyedot perhatian para pengguna Twitter. Lebih dari 46 ribu akun bahkan telah menyukai twit tersebut, dan sekitar sembilan ribu warganet me-retweet-nya.

"Memang orang baik2 typingnya juga baik. Begini nih kalo orang masuk dari pintu depan," sindir seorang warganet.

"Testimoni abdi negara tanpa sOgOk," tambah warganet lainnya.

"Huruf lengkap, mudah di pahami, merangkai & penyusunan kalimat nya udah bagus & rapi, semoga orang juga... Jarang jarang yg berpangkat bisa pengertian gini. Tanpa nurutin ego dan mengandalkannya jabatan..." ungkap salah seorang warganet yang lain.

Seorang pengguna Twitter lainnya pun memuji, "Orang berseragam yang sehat dan cerdas pasti berfikir seperti ini gabikin bentuk love pake peluru terus di kirim ke gebetan wkwkwk."

"Buat bapak yang ini love you bukan karna seragamnya tapi karna pemikiranya yang sangat awesome," tulis akun yang juga menyatakan rasa hormat pada si pengirim pesan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS