Kalibiru Tutup Sejak Maret, Warga Sekitar Tak Punya Penghasilan

"Pemasukan kosong tapi padahal pengeluaran terus ada, ya buat makan, buat bayar listrik lah dan keperluan lain-lain," ujar Giyem.

M Nurhadi | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 29 Juni 2020 | 18:33 WIB
Kalibiru Tutup Sejak Maret, Warga Sekitar Tak Punya Penghasilan
Simulasi pengunjung saat membeli tiket untuk masuk ke obyek wisata alam Kalibiru, Senin (29/6/2020). [Suarajogja.id / Hiskia]

SuaraJogja.id - Salah satu pedagang di area obyek wisata Kalibiru di Kulon Progo, Giyem (55), mengaku tak memiliki penghasilan apapun semenjak wisata tersebut tutup tiga bulan belakangan. Demi mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya hanya bergantung pada pendapatan suami yang serabutan.

"Ya susah, sudah ngga ada penghasilan. Anak saya satu kerja di spot foto Kalibiru, satu lagi juga buka warung," ujar Giyem kepada Suarajogjaid, Senin (29/6/2020).

Di hari biasa, Giyem bisa memperoleh omzet hingga Rp1 juta. Bahkan, saat liburan atau akhir pekan Giyem bisa mendapatkan pendapatan tambahan. Namun, kini satu-satunya pemasukan hanya dari suami yang bahkan kadang dalam sehari tak mendapatkan penghasilan.

"Pemasukan kosong tapi padahal pengeluaran terus ada, ya buat makan, buat bayar listrik lah dan keperluan lain-lain," ujarnya.

Baca Juga:Tak Ada Dana, Pengelola Jual Mobil untuk Perbaiki Sarana di Wisata Kalibiru

Sejumlah obyek wisata di Kulon Progo memang terpaksa tutup karena wabah virus corona. Hal ini tentu berdampak besar pada pengelola dan warga sekitar obyek wisata yang menggantungkan penghasilan dari para wisatawan.

Salah satu yang terdampak, obyek wisata alam Kalibiru yang terletak di Kalurahan Hargowilis, Kokap. Wisata tersebut sudah tutup operasi sejak 24 Maret 2020.

Ketua Pengelola Wisata Alam Kalibiru, Sudadi mengatakan penutupan itu memang dilakukan sebagai bentuk kepatuhan kepada pemerintah. Penutupan tersebut juga sebagai dukungan agar masyarakat bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kulon Progo.

"Karena memang kita juga bisa sampai seperti sekarang ini dari dukungan berbagai pihak itu. Jadi kami sebisa mungkin untuk mematuhi juga peraturan yang ada," ujar Sudadi.

Sudadi mengatakan pihak pengelola dan masyarakat sekitar obyek wisata tersebut tidak mendapat pemasukan sama sekali semenjak ditutup.

Baca Juga:Perkembangan Kasus COVID-19 Kulon Progo: 2 Pasien Dinyatakan Sembuh

Sudah hampir sekitar 4 bulan lebih berbagai pihak yang terkena dampak ditutupnya obyek wisata tersebut mencari penghasilan tambahan dari luar.

Mencari dan menjual empon-empon atau jamu-jamuan menjadi alternatif masyarakat sekitar untuk menyambung hidup. Walaupun memang diakui Sudadi, hanya berjualan empon-empon pun juga tetap tidak bisa memenuhi kebutuhan secara keseluruhan.

"Benar-benar nol tidak ada penghasilan, jujur saja sejak mulai dibangun tahun 2010 hingga booming dan mulai berjalan di tahun 2014 maka masyarakat di sekitar sini juga ibarat sudah merasakan ketergantungan dengan obyek wisata ini," ungkapnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak