Mulai Bangkit, Hotel di Kulon Progo Perketat Protokol Kesehatan

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Mulai Bangkit, Hotel di Kulon Progo Perketat Protokol Kesehatan
Petugas kebersihan menyemprot cairan disinfektan di area kamar hotel Wisma Kusuma Wates sebagai langkah pencegahan Covid-19, Rabu (24/6/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Sejauh ini, kebanyakan tamu yang datang menginap di hotel hanya berasal dari DIY dan daerah sekitar seperti Purworejo dan Purwokerto.

SuaraJogja.id - Industri perhotelan menjadi salah satu yang paling merasakan dampak pandemi Covid-19. Akan diberlakukannya new normal pun seolah menjadi angin segar bagi hotel-hotel di wilayah DIY, khususnya Kulon Progo.

Salah satu hotel di Kulon Progo, Wisma Kusuma Wates, terus berbenah untuk menyambut penerapan new normal. Pengelola terus mempersiapkan segala kebutuhan terkait dengan protokol kesehatan yang menjadi salah satu unsur penting jika tempat tersebut akan dibuka.

Selain mempersiapkan sarana dan prasarana hotel demi mendukung jalannya protokol kesehatan, pelayanan kepada tamu hotel juga menjadi perhatian yang tidak boleh luput dari sumber daya manusia yang ada.

"Kita sudah beberapa kali menerima kunjungan dari dinas dan pihak terkait pariwisata sebagai bentuk evaluasi. Berbagai arahan juga sudah kami tampung agar bisa melayani lebih baik lagi," ujar HRD Wisma Kusuma Wates Kristiani Rudiantari saat ditemui awak media, Rabu (24/6/2020).

Kristina tidak memungkiri, dampak pandemi membuat pengunjung Wisma Kusuma menurun secara drastis. Menurut data yang ia catat, penurunan setidaknya mencapai titik 80% selama pandemi.

Ditambahkan Kristiani, saat ini Wisma Kusuma berkapasitas sebanyak 22 kamar. Pandemi yang tak kunjung usai memaksanya harus memberlakukan sif kepada 12 karyawannya.

"Saat ini kita terus berusaha melengkapi protokol kesehatan yang masih kurang agar nanti jika memang new normal kita sudah siap," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pemasaran dan Promosi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Muhammad Abdullah menuturkan, memang tidak banyak hotel yang beroperasi selama pandemi ini. Hanya 30% hotel di DIY yang terhitung masih bisa bertahan dan beroperasi di beberapa bulan terakhir.

"Mayoritas hotel yang tutup adalah hotel non-bintang, sementara hotel bintang tiga, empat, dan lima masih bisa bertahan," ujar Abdullah.

Dijelaskan Abdullah, kebanyakan tamu yang datang menginap di hotel hanya berasal dari DIY dan daerah sekitar seperti Purworejo dan Purwokerto. Menurutnya, orang-orang tersebut memilih menginap di hotel karena sudah merasa jenuh berdiam di rumah dan menginginkan suasana baru.

"Dari data terakhir yang saya punya, hotel dan restoran di DIY yang menjadi member kami ada sebanyak 315. Hotelnya saja sekitar 180," katanya.

Abdullah menegaskan bahwa seluruh hotel dan restoran yang tergabung sebagai anggota PHRI sudah menerapkan protokol kesehatan jika memang mereka buka di masa pandemi. Ia juga mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan pelayanan yang ada. Selain itu, pihaknya juga mengumumkan, ada diskon sebesar 40-50% khusus bagi tamu-tamu yang menginap di hotel member PHRI.

Abdullah tidak mengelak bahwa sektor wisata termasuk perhotelan sempat terpuruk di pandemi Covid-19 ini. Namun saat ini, industri perhotelan mulai perlahan kembali bangkit dengan mempersiapkan segala sesuatunya terkait new normal.

"Saat ini, kami mulai melakukan persiapan menuju New Normal, sehingga nanti masyarakat tidak perlu khawatir lagi. Pokoknya asal sesuai SOP kita yakin hotel aman untuk diakses," tegasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS