Singgung Prabowo Trah Sultan HB II, Tuntut Pengembalian Aset Jarahan Geger Sepehi 1812 dari Inggris

Prabowo didorong tuntut restitusi aset jarahan Geger Sepehi 1812 dari Inggris. Trah Sultan HB II desak aset fisik dikembalikan, bukan digitalisasi. Diplomasi beda pandangan.

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 23 Februari 2026 | 11:52 WIB
Singgung Prabowo Trah Sultan HB II, Tuntut Pengembalian Aset Jarahan Geger Sepehi 1812 dari Inggris
Presiden Prabowo Subianto dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable yang digelar di Lancaster House, London, Inggris, Selasa (20/1/2026). [Foto: Biro Pers Setpres]
Baca 10 detik
  • Perwakilan Trah Sultan HB II mendesak Presiden Prabowo menuntut restitusi fisik aset jarahan Geger Sepehi 1812 dari Inggris.
  • Pengembalian fisik ribuan manuskrip dan aset jarahan harus dijadikan syarat mutlak kerja sama bilateral Indonesia-Inggris.
  • Terdapat dua pendekatan penyelesaian di Yogyakarta: diplomasi kebudayaan (digitalisasi) dan jalur konfrontasi hukum (restitusi fisik).

SuaraJogja.id - Presiden Prabowo Subianto didorong untuk segera mengambil langkah konkret dalam menuntut restitusi dan repatriasi aset jarahan peristiwa Geger Sepehi 1812 dari Kerajaan Inggris. Langkah ini dianggap sebagai 'ujian nyali' kepemimpinan nasional.

Perwakilan Keluarga Trah Sultan HB II, Fajar Bagoes Poetranto, mengingatkan bahwa Presiden Prabowo memiliki ikatan darah sebagai keturunan langsung ke-6 dari Sultan HB II. 

Oleh sebab itu, pihaknya mendesak agar Presiden menjadikan pengembalian fisik ribuan manuskrip dan aset jarahan sebagai syarat mutlak (condition precedent) dalam setiap kerja sama strategis bilateral antara Indonesia dan Inggris.

Ia menyatakan bahwa praktik digitalisasi yang ditawarkan pihak Inggris saat ini bukan merupakan bentuk penyelesaian sengketa, melainkan sebagai sebuah penghinaan kedaulatan.

Baca Juga:Waktu Magrib di Jogja Hari Ini 20 Februari 2026: Jangan Sampai Salah Jadwal Buka Puasa!

"Kami tidak butuh sekadar file scan PDF dari masa lalu, kita butuh memulangkan ruh sejarah Yogyakarta ke tempat ia dilahirkan," tegas Fajar, Senin (23/2/2026).

Peristiwa Geger Sepehi 1812, kata Fajar, bukan sekadar catatan usang. Penyerbuan pasukan Inggris di bawah Thomas Stamford Raffles ke Keraton Yogyakarta mengakibatkan pengosongan paksa isi keraton. 

Emas, perak, permata, hingga ribuan manuskrip yang memuat identitas intelektual Jawa diangkut paksa menuju kediaman Residen Inggris.

Ia mewanti-wanti agar 'Diplomasi Hijau' soal lingkungan yang digembar-gemborkan tidak menutupi hutang sejarah.

"Jika King Charles peduli pada ekosistem dunia, ia seharusnya juga peduli pada ekosistem sejarah sebuah bangsa yang lumpuh karena kehilangan literasi aslinya," ujarnya. 

Baca Juga:5 Fakta Penting dalam Kasus Gugatan Malpraktik Operasi Katarak di Yogyakarta

Sementara itu Pakar Sejarah Suyoko M. Hadikusumo menuturkan ada dua pendekatan berbeda di internal Yogyakarta terkait persoalan ini.

Sri Sultan HB X cenderung menggunakan diplomasi kebudayaan (Soft Power) dengan fokus pada manfaat ilmu pengetahuan melalui akses digital. Sementara itu, trah Sultan HB II menempuh jalur konfrontasi hukum (Hard Power).

"Keduanya adalah pukulan ganda bagi Inggris," ucap Suyoko. 

Namun, terlepas dari kesalahan sejarah yang tak terbantahkan tersebut, diakui Suyoko bahwa cara mengeksekusi restitusi saat ini memang mustahil dilakukan di bawah kerangka pemerintahan sekarang. 

Hal itu tak terlepas dari kendala politik yang telah tertanam kuat sejak era Presiden pertama Indonesia. Kemudian diperumit oleh kepentingan kelompok tertentu yang terikat pada kepemimpinan Inggris di dekade tersebut.

"Keterikatan historis ini terus membentuk sikap pemerintah hingga hari ini, menyebabkan ketidakadilan tersebut diakui secara lisan, namun tetap dibiarkan tanpa resolusi nyata," paparnya.

Suyoko berharap dengan gugatan ke Mahkamah Internasional yang sudah direncanakan maka akan membuka mata dunia.

"Para pemimpin bangsa harus faham dan Presiden Indonesia harus transparan. Khususnya Presiden Prabowo Subianto wajib memberikan penjelasan kepada pewaris Trah Sultan HB II khususnya dan trah Sultan HB umumnya serta Sultan HB X yang hinga kini masih eksis memimpin DIY," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak