Menteri Desa dan PDTT: Covid-19 Mendekonstruksi Tatanan Budaya Kita

Rendy Adrikni Sadikin | Arendya Nariswari
Menteri Desa dan PDTT: Covid-19 Mendekonstruksi Tatanan Budaya Kita
Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar.(Youtube)

Yang terang, masyarakat mesti menunaikan langkah konkret dan strategis yang disebut sebagai tatanan normal.

SuaraJogja.id - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan pandemi Covid-19 telah mendekonstruksi tatanan budaya.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Desa dan PDTT ketika memberikan sambutan dalam acara Kongres Kebudayaan Desa yang digelar secara virtual dari Panggungharjo, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (1/7/2020).

Menurut Abdul Halim, acara webinar Kongres Kebudayaan Desa memberikan masyarakat paradigma baru dalam melihat dunia termasuk perihal kebudayaan.

"Saya dan semua peserta webinar dipertemukan tidak seperti biasanya. Biasanya kita bertemu, bersalaman bercipika-cipiki, ngobrol, bersenda gurau," ujar Abdul Halim Iskandar.

Namun, imbuh Abdul Halim, hari ini dan beberapa bulan sebelumnya masyarakat dipertemukan tidak secara tatap muka, melainkan menggunakan produk kebudayaan baru bernama teknologi informatika.

"Tentunya kita semakin meyakini paradigma baru tersebut merupakan ujian sekaligus hikmah di balik adanya pandemi Covid-19 yang nggak tahu kapan akan tuntas," tutur dia.

Yang terang, masyarakat mesti menunaikan langkah konkret dan strategis yang disebut sebagai tatanan normal. Meski bertemu, imbuh dia, masyarakat tetap dibatasi oleh beberapa aturan.

"Yang pasti kita harus melakukan langkah konkret dan strategis yang disebut tatanan normal baru di mana ke depannya kita bisa tatap muka lagi bertemu langsung, tapi kita dibatasi dengan jarak fisik tidak bersalaman tapi saling menghormati," ujar Abdul Halim.

Abdul Halim mengatakan pihak juga berharap pandemi segera selesai. "Karena itu (budaya tanpa bersalaman--red) bukan budaya asli kita, kita ingin kembali ke budaya asli kita. Nah ini yang kita rasakan hari ini di masyarakat," tutur Abdul Halim.

Karena itu, Abdul Halim mengatakan pandemi Covid-19 kekinian sudah mencapai tahap mendekonstruksi tatanan budaya masyarakat.

"Tak hanya kebudayaan, pun terjadi dekontruksi dalam hal ekososial politik. Dengan demikian, kita sekarang diperlihatkan masyarakat menjaga jarak dengan orang lain," ujar Abdul Halim.

Sekadar informasi, webinar seri 1 Kongres Kebudayaan Desa yang digelar pada Rabu (1/7/2020) berupaya mengumpulkan dan menawarkan ide tatanan baru Indonesia dari desa.

Desa sebagai satuan pemerintahan terkecil di Indonesia, dinilai perlu menjadi titik awal untuk merumuskan tata nilai dan tata kehidupan baru dalam bernegara dan bermasyarakat.

Pun webinar ini diharapkan bisa memberikan gagasan tentang kebijakan dan budaya antikorupsi pada pemerintah serta masyarakat desa.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS