Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Detik-detik Ganjar Pranowo Kaget Lihat Jalur Evakuasi di Klaten yang Remuk

Galih Priatmojo Kamis, 09 Juli 2020 | 07:51 WIB

Detik-detik Ganjar Pranowo Kaget Lihat Jalur Evakuasi di Klaten yang Remuk
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Suara.com/Anang)

Ganjar janjikan dana perbaikan jalur evakuasi di lereng Merapi cair tahun ini.

Jalur evakuasi sendiri menjadi akses warga di daerah rawan terdampak erupsi menuju selter pengungsian yakni selter di Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, selter Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, serta selter di Desa Menden, Kecamatan Kebonarum.

Kerusakan Meluas

Kerusakan di jalur evakuasi lereng Merapi di Klaten diketahui telah meluas. Kondisi itu terutama pada jalur evakuasi sisi tengah dan timur. Kerusakan jalur evakuasi sisi timur terutama terjadi di wilayah Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang.

Kerusakan paling parah di sisi tersebut terutama di wilayah Deles Indah. Sementara, kerusakan parah di sisi timur terjadi di ruas Desa Tlogowatu-Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang.

Kerusakan juga terjadi antara ruas Desa Jiwan, Kecamatan Karangnongko hingga Pasar Surowono, Desa Tangkil, Kecamatan Kemalang.

Sementara itu, warga dan pemerintah desa di tiga wilayah terdekat dengan Merapi yakni Desa Balerante, Desa Tegalmulyo, serta Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang sudah menyiapkan jalur evakuasi alternatif.

Seperti di Desa Tegalmulyo yang menyiapkan jalur evakuasi alternatif hingga ke selter pengungsian di Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko. Jalur alternatif itu melewati jalan perkampungan di wilayah Desa Tlogowatu serta Desa Jiwan, Kecamatan Karangnongko.

Jalur evakuasi alternatif juga disiapkan warga dan pemerintah Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang. Mereka menyiapkan dua jalur evakuasi alternatif yang juga melintasi perkampungan menyusul kerusakan parah pada jalur evakuasi utama terutama menuju kawasan Deles Indah.

Pemerintah Desa Balerante, Kecamatan Kemalang memperbaiki jalan-jalan di wilayah desa tersebut memanfaatkan dana desa. Perbaikan dilakukan pada 2019 lalu.

"Di wilayah bawah desa kami memang sudah ada jalan yang mulai rusak. Namun, untuk kondisi jalan di wilayah kami relatif sudah bagus. Setidaknya ketika kondisi jalan di wilayah kami bagus, tidak memengaruhi tingkat kemrungsung warga ketika harus mengungsi," jelas Sukono.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait