Tulisan Personel Warkop Viral, Singgung Soal Aparat di Era Orde Baru

Dono diketahui salah satu personel Warkop DKI yang kritis.

Galih Priatmojo
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:50 WIB
Tulisan Personel Warkop Viral, Singgung Soal Aparat di Era Orde Baru
Dono Warkop DKI. [@kenangan.warkopdki / Instagram]

SuaraJogja.id - Bagi sebagian orang, mendengar grup Warkop DKI yang terlintas yakni polah tingkah trio komedian yang super kocak. Tapi siapa kira di balik panggung lawak, salah satu personelnya yakni Wahyu Sardono atau yang akrab dikenal Dono merupakan sosok yang serius dan lihai dalam memberi kritik di era Orde Baru.

Belakangan salah satu tulisannya di sebuah majalah ramai dibicarakan setelah tersebar di sosial media. Gegara itu, namanya sempat menempati trending topic pada Rabu, 8 Juli lalu.

Nah, pemicunya dari cuitan dari pemilik akun @fahrisalam yang mengunggah foto karya tulis almarhum Dono yang dimuat di Majalah Forum pada 1993 silam bertajuk Kisah Sertu Jumadi.

“Kenapa aku tahu terlambat sekali kalau Dono menulis sebagus ini. sampai berseloroh: mestinya bukan GM, tapi Dono yang harus kita rujuk sebagai penulis penuh gaya yang perlu kita teladani,” tulis akun tersebut seperti dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Sabtu (11/7/2020).

Baca Juga:Bayi Ditelantarkan di Rumah Bersalin Sleman, Polisi Buru Pelaku

“Dokumen artikel alm. Dono tersebut saya share ulang dari twit Pak @UmarAlChelsea75 (dan memang dia punya dokumennya),” lanjut Fahri.

Cerita Kisah Sertu Jumadi itu berisi kritikan halus terhadap institusi kepolisian di era orde baru yang mulai kehilangan wibawa di mata masyarakat.

“Entah mengapa, akhir-akhir ini Pak Jumadi ikut arus ‘berperut gendut’. Baju jatah dari kantor menjadi ketat menempel di badan, sehingga jalannya pun tampak lebih susah dari biasanya. Barangkali, ia ingin memenuhi standar stereotip polisi zaman sekarang,” tulis Dono dalam majalah.

Tulisan Dono. (Twitter @fahrisalam)
Tulisan Dono. (Twitter @fahrisalam)

Dono yang memiliki nama asli Wahyu Sardono menyorot soal polisi yang punya kendaraan, yang sebenarnya tak mampu dibeli dengan hitungan gaji seorang polisi.

Ia juga mengomentari soal gagalnya polisi memberikan rasa aman bagi masyarakat dari tindak kejahatan. Dalam tulisannya, ia menggambarkan seorang polisi yang diam saja melihat seorang perempuan ditodong bandit.

Baca Juga:Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, BPBD Sleman: Jalur Evakuasi Masih Baik

“Saat polisi itu turun di sebuah halte, hampir seluruh penumpang berkomentar: ‘polisi kok takut!’; ‘polisinya pasti sekongkol dengan penjahat itu!’ ; ‘suruh masuk Bhayangkari saja! Jangan ikut Bhayangkara!’; dan ‘iya, ganti saja namanya menjadi Deborah atau Yayuk!’” tulis Lulusan Sosiologi Universitas Indonesia tersebut.

“Alfatihah untuk almarhum Dono. Tahun 1993 orba sedang kuat-kuatnya, tapi Dono berani menulis kritik untuk polisi. Sekarang posting guyonan Gus Dur tentang polisi jujur saja kena tangkap. Apa itu artinya?” tulis @mana_buktinya.

“Tulisannya bisa kek ada suaranya Dono lagi ngomong. Ajaib~” cuit @benisatryo.

“Legend!” kata @obatnyamukbkr3

Alm. Dono bersama grup Warkop DKI memang dikenal sebagai komedian yang humornya sering menyerempet ke ranah politik dan isu-isu sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak