Sebulan Alami Kekeringan, Sumino Tempuh 1,5 KM Turuni Bukit Cari Air Bersih

Sebagian wilayah di Gunungkidul sudah mulai dilanda kekeringan.

Galih Priatmojo
Rabu, 22 Juli 2020 | 13:37 WIB
Sebulan Alami Kekeringan, Sumino Tempuh 1,5 KM Turuni Bukit Cari Air Bersih
salah seorang warga Tepus tengah memikul jerigen berisi air. Kekeringan yang melanda di kawasan Tepus, Gunungkidul, memaksa warga harus mencari sumber air bersih di lokasi jauh dari rumah, Rabu (22/7/2020). [Kontributor / Julianto]

SuaraJogja.id - Sumino (62) lelaki yang sudah mulai renta ini terlihat sedikit tertatih memikul dua buah derigen ukuran 30 liter ketika menuruni bukit di kawasan Tepus, Gunungkidul.

Lelaki asal Padukuhan Duwet Kalurahan Purwodadi Kepanewonan Tepus, ini terpaksa memikul dua buah derigen berisi air bersih dengan berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer, lantaran tengah dalam kondisi kesulitan memperoleh air bersih. 

Setiap pagi, lelaki yang telah memiliki 5 orang cucu ini memang harus berjalan cukup jauh untuk mendapatkan air bersih. Ia terpaksa memikul air karena dirinya tidak mampu membeli air seperti tetangga-tetangganya yang lain.

Wilayah yang ia tinggali sudah sekitar 1 bulan ini memang mulai sulit mendapatkan air bersih. Beberapa sumber mata air di wilayah tersebut terus menyusut. Kini tinggal 2 mata air yang masih mengeluarkan air dengan debit yang mencukupi. Itupun warga harus bergantian mengambil air untuk menjaga air tetap jernih.

Baca Juga:Jelang Pilkada, PDIP Gunungkidul Mulai Retak

"Lha mau bagaimana lagi. Untuk mandi dan cuci serta memasak perlu air. Jadi saya harus ambil sendiri. Anak-anak pergi merantau,"ujar Sumino, Rabu (22/7/2020) ketika ditemui di rumahnya.

Untuk mendapatkan air di sumber mata air terdekat ia memang harus berjalan kaki melintasi bukit yang berada di belakang rumahnya. Jalan terjal terkadang harus ia tempuh agar bisa mendapatkan air yang dikehendaki. Karena sudah memasuki usia lanjut maka ia hanya mampu berjalan satu kali untuk mendapatkan air, berbeda dengan tetangganya yang masih muda bisa sehari 3 kali mengambil air.

Ia terpaksa mengambil air sendiri ke sumber mata air yang jaraknya cukup jauh. Ia sengaja tidak membeli air seperti beberapa tetangganya karena dirinya harus menghemat pengeluaran. Masa pandemi Covid-19 ini membuatnya harus menghemat pengeluaran karena ia sudah tidak bisa bekerja lagi.

"Saya biasanya ikut bantu-bantu tetangga yang buka restoran di Pantai Nglambor. Karena sekarang baru tutup ya saya ndak dapat penghasilan,"paparnya.

Pujiyanto, warga Duwet yang lain mengatakan kali ini memang dirinya harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Untuk sampai ke rumahnya, ia harus menebus air 1 tangki ukuran 5.000 dengan harga Rp130.000. Ia terpaksa membeli air terutama untuk memenuhi kebutuhan sapi peliharaannya.

Baca Juga:Direstui PDIP Maju Pilkada Gunungkidul, Bambang-Benyamin Disebut Paduan Pas

"Saya baru beli sekali. Kebutuhan besar memang untuk sapi saya,"ujarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Eddy Basuki mengakui kekeringan sudah mulai dirasakan di beberapa wilayah Kepanewonan di Gunungkidul. Masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih sehingga pihaknya perlu melakukan droping air bersih.

Pekan ini pihaknya telah menjadwalkan droping air bersih di 3 Kepanewonan masing-masing Semanu, Rongkop dan Girisubo. Di Girisubo pihaknya akan mengirim air bersih sebanyak 8 kali di Kalurahan Nglindur, Karangawen dan Balong. Sementara di Kepanewonan Rongkop pihaknya berencana mengirim air sebanyak 11 tangki.

"Di Rongkop kita kirim  ke Karangwuni, Semugih, Petir, Pucanganom,"paparnya.

Sementara untuk kepanewonan Semanu pihaknya akan mengirim air bersih ke dua Kalurahan masing-masing Pacarejo dan Dadapayu. Sehingga pekan ini pihaknya secara keseluruhan akan mengirim air bersih sebanyak 22 tangki ke 3 Kepanewonan yang sudah mengajukan permohonan droping air bersih.

Kontributor : Julianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak