Sejumlah Wilayah di DIY Siaga Kekeringan, BMKG Minta Warga Antisipasi

Seluruh wilayah DIY sudah memasuki musim kemarau, dan puncak musim kemarau diprakirakan pada Agustus 2020.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Selasa, 21 Juli 2020 | 12:24 WIB
Sejumlah Wilayah di DIY Siaga Kekeringan, BMKG Minta Warga Antisipasi
Ilustrasi kekeringan. (Shutterstock)

SuaraJogja.id - Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Etik Setyaningrum mengungkapkan, sejumlah wilayah di DIY berstatus siaga akan potensi bencana kekeringan meteorologis.

Menurut keterangannya, kekeringan meteorologis disebabkan berkurangnya curah hujan dari keadaan normal dalam jangka waktu yang panjang, bisa bulanan, dua bulanan, atau lebih.

"Status siaga karena telah mengalami 31 sampai 60 hari tanpa hujan (HTH) dan prospek peluang curah hujan rendah kurang dari 20 milimeter per dasarian," kata Etik di Yogyakarta, Selasa (1/7/2020).

Dilaporkan ANTARA, sejumlah wilayah di DIY yang saat ini berstatus siaga kekeringan menurut Etik adalah Kecamatan Bambanglipuro, Banguntapan, Bantul, Dlingo, Imogiri, Jetis, Kasihan, Pajangan, Piyungan, Pleret, Pundong, Sanden, Sewon, Srandakan (Kabupaten Bantul).

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Hari Ini 21 Juli 2020, DKI Jakarta: Waspada Hujan Petir

Selain itu, wilayah lain dengan status yang sama yakni Tegalrejo, Umbulharjo (Kota Yogyakarta), Rongkop (Gunungkidul), Galur, Kokap, Lendah, Panjatan, Pengasih (Kulon Progo), serta Berbah, Depok, Gamping, Kalasan, Seyegan (Sleman).

Etik menambahkan, sejumlah daerah lainnya di DIY ditetapkan berstatus waspada atau telah mengalami 21-30 HTH, dengan prospek peluang curah hujan rendah kurang dari 20 milimeter per dasarian.

Daerah tersebut antara lain Kecamatan Pandak (Kabupaten Bantul), Girisubo, Panggang, Purwosari, Tanjungsari, Tepus (Gunungkidul) dan Kecamatan Girimulyo Kalibawang, Sentolo (Kulon Progo), dan Cangkringan, Godean, Minggir, Mlati, Moyudan, Ngaglik (Sleman).

Atas kondisi ini, BMKG Yogyakarta mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah yang wilayahnya masuk kategori waspada dan siaga kekeringan meteorologis untuk mengantisipasi dampaknya terhadap sektor pertanian dan lingkungan.

"Dampaknya mulai dari berkurangnya pasokan air pada lahan pertanian, meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya sumber air untuk kebutuhan rumah tangga," jelas Etik.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Hari Ini 20 Juli 2020, Waspada Hujan Angin

Hasil monitoring terhadap perkembangan musim kemarau, lanjut Etik, menunjukkan bahwa seluruh wilayah DIY sudah memasuki musim kemarau, dan puncak musim kemarau diprakirakan pada Agustus 2020.

"Secara normalnya awal musim hujan DIY dimulai pada pertengahan Oktober hingga awal November," tutur Etik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini