Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat

Pemangkasan Danais dan transfer daerah paksa Disbud DIY kurangi festival budaya. Program difokuskan pada agenda nasional, sementara seniman lokal didorong kembali mandiri.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:11 WIB
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat
Sejumlah pelajar mengikuti sosialisasi seleksi GBN 2026 tingkat DIY di Yogyakarta, Jumat (29/5/2026). (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Kebijakan pengurangan dana transfer pusat menyebabkan Pemda DIY membatasi berbagai agenda seni dan festival budaya selama 2026.
  • Dinas Kebudayaan DIY melakukan efisiensi anggaran dengan menyederhanakan konsep kegiatan serta memprioritaskan program mandatori dari pemerintah pusat.
  • Para seniman lokal di Yogyakarta kini didorong untuk kembali mandiri di tengah terbatasnya dukungan fasilitas dan pendanaan pemerintah.

SuaraJogja.id - Penurunan dana transfer daerah untuk DIY  sebesar Rp167 miliar dan Dana Keistimewaan (Danais) hingga tinggal Rp1 triliun semakin berdampak buruk di sektor kebudayaan pada semester kedua 2026 ini.

Kebijakan Presiden Prabowo Subiamto itu bahkan memaksa Pemda melakukan penyesuaian radikal yang menghentikan banyak aktivitas budaya di tingkat kabupaten/kota.

Sejumlah agenda seni dan festival budaya yang selama ini rutin digelar kini harus dikurangi. Bahkan ada yang terpaksa ditiadakan sementara. Dinas Kebudayaan (disbud) DIY pun mulai memfokuskan program pada kegiatan yang mendapat dukungan langsung dari pemerintah pusat.

"Untuk kegiatan lain dari seksi kami sendiri jelas berkurang, karena kegiatan festival berjenjang yang biasanya kami ambil dari teman-teman kabupaten/kota, biasanya ada enam, tahun ini kami hanya bisa melaksanakan tiga," papar Kepala Seksi Pertunjukan Dinas Kebudayaan DIY, Sita Utung Gadewi Maharani disela Sosialisasi  Suara Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026 di Yogyakarta, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga:Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana

Sita mengakui efisiensi anggaran membuat sejumlah program seni tidak lagi bisa berjalan seperti sebelumnya. Sejumlah agenda yang sebelumnya digelar rutin setiap tahun kini terpaksa diubah menjadi dua tahunan. 

Bahkan Festival Langen Swara yang biasa menjadi ruang ekspresi seni suara tahun ini tidak dapat diselenggarakan.

"Untuk Festival Langen Swara tahun ini kami tidak ada, nanti akan kami usahakan di tahun depan," ujarnya.

Tak hanya jumlah kegiatan yang berkurang, konsep pelaksanaan acara juga ikut disederhanakan. Jika sebelumnya sejumlah kegiatan budaya digelar meriah di hotel atau venue besar, kini banyak agenda dipindahkan ke kantor dinas demi menghemat biaya.

"Kalau yang biasanya mungkin dilaksanakan lebih meriah, kemudian mungkin juga di hotel, kami sederhanakan dengan kegiatan yang ada di dinas. Tetapi paling tidak esensi yang kami bawa tetap sama," paparnya.

Baca Juga:Dampak Konflik Geopolitik: Shamsi Ali Ungkap Bahaya Retorika Trump bagi Komunitas Muslim di Amerika

Di tengah keterbatasan itu, Disbud memilih mempertahankan program yang berkaitan langsung dengan agenda nasional. Salah satunya seleksi GBN 2026 di tingkat DIY. Program tersebut menjadi bagian dari persiapan paduan suara nasional untuk upacara HUT RI di Istana Negara. 

"Paling tidak untuk beberapa kegiatan yang masih ada urusannya dengan kegiatan mandatori dari pusat, membantu untuk upacara bendera yang ada di tingkat pusat, kami berusaha untuk tetap bisa mempertahankan ini," jelasnya.

Namun di balik bertahannya beberapa agenda nasional, para seniman dan pelaku seni lokal justru didorong untuk kembali mengandalkan kekuatan komunitas dan kemandirian. 

Ekosistem seni di DIY pun terpaksa kembali ke pola lama. Para seniman diharapkan bertahan hidup tanpa banyak dukungan pemerintah.

"Seniman yang ada di DIY ini kan semua awalnya mandiri. Mereka juga bisa mandiri. Dengan usaha ini kami akan berusaha mendukung semaksimal yang kami bisa," katanya.

Dinas Kebudayaan DIY kini hanya berupaya menjaga agar denyut kesenian tetap hidup lewat kolaborasi dengan kabupaten/kota, sekolah, perguruan tinggi, hingga komunitas seni dan gereja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak