Sambut Waisak, Arca Unfinished Buddha Dipindahkan ke Lapangan Kenari Borobudur

Arca Unfinished Buddha dipindahkan ke Lapangan Kenari, Borobudur, guna mendukung pelestarian budaya, penguatan nilai spiritual, dan kenyamanan ibadah umat menjelang Waisak.

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:26 WIB
Sambut Waisak, Arca Unfinished Buddha Dipindahkan ke Lapangan Kenari Borobudur
Pemindahan Arca Unfinished Buddha di kawasan Candi Borobudur. (Dok: Istimewa).
Baca 10 detik
  • Pemerintah memindahkan Arca Unfinished Buddha ke Lapangan Kenari Borobudur menjelang perayaan Waisak untuk menata ekosistem peribadatan kawasan.
  • Kolaborasi lintas instansi dan komunitas lokal dilakukan dalam pemindahan arca tersebut guna memperkuat nilai spiritualitas serta pelestarian budaya.
  • Langkah ini bertujuan menciptakan ruang ibadah yang representatif bagi umat Buddha sekaligus menjaga kualitas kawasan sebagai destinasi spiritual dunia.

SuaraJogja.id - Arca Unfinished Buddha di kawasan Candi Borobudur dipindahkan ke lokasi asal jelang perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE. Hal ini sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya, penguatan fungsi spiritual kawasan, serta penataan ekosistem peribadatan yang lebih berkelanjutan.

Pemindahan arca dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak antara lain Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Museum dan Cagar Budaya (MCB), Kementerian Agama Republik Indonesia, InJourney Destination Management, para Bhikkhu, serta komunitas masyarakat adat setempat.

Arca Unfinished Buddha itu dipindahkan ke Lapangan Kenari yang berada di Zona I kawasan Candi Borobudur, tepatnya di area barat daya candi dan ditempatkan di antara dua pohon kenari yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi kawasan tersebut. 

Kepala Museum & Cagar Budaya, Esti Nurjadin menyatakan bahwa langkah ini tak hanya menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya dunia. Namun turut menghadirkan ruang spiritual yang lebih representatif dan berkelanjutan bagi masyarakat. 

Baca Juga:Kampung Seni Kujon: Jembatan Budaya untuk Melestarikan Candi Borobudur

"Seluruh proses dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai pelestarian cagar budaya, menghormati masyarakat dan adat setempat, guna memastikan tata Kelola Kawasan yang berkelanjutan agar Borobudur tetap terjaga sebagai pusat spiritual dan budaya dunia," kata Esti dikutip, Kamis (28/5/2026). 

Pemindahan ini merupakan bagian dari penataan kawasan spiritual Borobudur. Tujuannya agar masyarakat dapat menjalankan ritual dan aktivitas peribadatan dengan lebih khusyuk. 

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menjelaskan bahwa Borobudur sebagai candi Buddha terbesar di dunia yang memiliki peranan penting bagi umat Buddha.

Namun lebih dari itu, Borobudur sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya yang memiliki nilai spiritual dan sakral yang tinggi bagi masyarakat setempat. 

"Pengembangan Borobudur sebagai destinasi spiritual dan budaya berkelas dunia harus berjalan selaras antara pelestarian warisan budaya, penguatan nilai spiritual, dan pengembangan ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Maya.

Baca Juga:Kunjungan Wisata Sleman Merosot Saat Idul Adha, Ini Penyebabnya

Prosesi pemindahan arca itu turut diwarnai dengan ritual adat dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya, spiritualitas, dan harmoni masyarakat sekitar kawasan Borobudur. 

Momentum ini sekaligus menjadi simbol penguatan hubungan antara pelestarian heritage dengan kehidupan spiritual masyarakat yang telah berlangsung selama berabad-abad. 

"Kami ingin memastikan Borobudur tetap lestari sekaligus relevan sebagai spiritual and pilgrimage destination kelas dunia yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat luas," tuturnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan, menjelaskan bahwa pemindahan Arca Unfinished Buddha ke Kawasan Lapangan Kenari dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek. 

"Penempatan arca di area penyangga ritual diharapkan dapat mendukung terciptanya sirkulasi kegiatan spiritual yang lebih tertata, menghadirkan ruang ibadah yang lebih representatif bagi umat, sekaligus menjaga kualitas pengalaman pengunjung," ucap Intan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak