Ada Pandemi, Warga Jogoyudan Ganti Sembelih Kurban dengan Bagi Sembako

Warga Jogoyudan menggelar perayaan Idul Adha tahun ini dengan suasana dan cara berbeda menyesuaikan kondisi di tengah pandemi

Galih Priatmojo
Jum'at, 31 Juli 2020 | 13:45 WIB
Ada Pandemi, Warga Jogoyudan Ganti Sembelih Kurban dengan Bagi Sembako
Warga Jogoyudan gelar menggelar salat ied Idul Adha dengan protokol kesehatan ketat dan mengganti acara memotong hewan kurban dengan bagi-bagi sembako, Jumat (31/7/2020). [Kontributor / Putu Ayu Palupi]

SuaraJogja.id - Sesuai dengan arahan pemerintah dan organisasi keagamaan untuk mentaati protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19, warga Jogoyudan di tahun ini menggelar perayaan Idul Adha dengan cara berbeda. 

Saat menggelar kegiatan salat Ied, warga Jogoyudan memberlakukan protokol kesehatan nan ketat. 

Mereka melaksanakan salat Ied tanpa berkerumun di tiap RW. Hanya tetangga samping kanan yang bersama-sama beribadah di sejumlah titik yang ditentukan untuk menghindari kerumunan besar.

Sebelum solat berjamaah, mereka wajib wudhu di rumah masing-masing. Di rumah warga yang ditentukan sebagai tempat salat pun, mereka kembali harus mencuci tangan dengan sabun dan mengenakan masker selama ibadah.

Baca Juga:Pembuang Bayi di Godean Ditangkap, Pelakunya Mahasiswa Kedokteran di Jogja

Jarak shaf salat pun dibatasi minimal 1 meter untuk masing-masing jamaah meski berada di tengah gang kampung yang sempit. Tidak ada ritual bersalaman seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Warga kami banyak yang lansia, jadi lebih rentan terpapar virus Covid-19. Kami tidak ingin ada warga yang tertular, sehingga jalan satu-satunya ya mentaati protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah," ungkap Ketua RT 36, Jogoyudan, Sugiyem usai solat, Jumat (31/7/2020).

Para warga Masjid Muttaqin juga tidak menyembelih hewan kurban seperti tahun-tahun sebelumnya dalam rangka mengantisipasi penyebaran COVID-19. Warga yang biasanya menyumbangkan sapi dan kambing menggantinya dengan memberikan paket-paket sembako bagi yang membutuhkan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur dan mie instan.

Untuk tetap bersilaturrahmi, para warga mengadakan makan bersama sebelum pulang. Dengan menu laiknya lebaran, mereka berharap warga tetap bisa menikmati kebersamaan meski di tengah pandemi.

"Kecewa sebenarnya iya karena tidak bisa menyembelih hewan kurban, tapi demi kesehatan warga. Kami khawatir ada kerumunan dan lalai untuk jaga jarak. Lebih baik menggantinya dengan sembako yang juga dibutuhkan warga," tandasnya.

Baca Juga:Viral, Badut Berpenghasilan Rp20.000 di Jogja Nafkahi Ratusan ODGJ

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak