Indeks Terpopuler News Lifestyle

Rektor UNY Bakal Tambah CCTV Usai Penemuan Benda Mirip Bom di Masjid Kampus

Galih Priatmojo Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:50 WIB

Rektor UNY Bakal Tambah CCTV Usai Penemuan Benda Mirip Bom di Masjid Kampus
Rektor UNY, Sutrisna Wibawa saat memberi keterangan kepada wartawan atas penemuan barang mencurigakan di Masjid Al Mujahidin UNY, Depok, Sleman, Selasa (11/8/2020). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

barang mencurigakan yang mirip bom tersebut terbungkus plastik hitam.

SuaraJogja.id - Penemuan barang mencurigakan yang terbungkus plastik hitam di Masjid Al Mujahidin Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Depok, Sleman, membuat pihak kampus angkat suara. Rektor UNY, Sutrisna Wibawa menjelaskan bahwa pihaknya akan memperketat keamanan kampusnya.

"Sampai sejauh ini kan masih diselidiki polisi. Kami belum memastikan apakah itu berbahaya atau tidak. Namun unntuk ke depan kami akan mengintensifkan baik dari keamanan dan penjagaan di sekitar kampus," jelas Sutrisna ditemui di Masjid Al Mujahidin UNY, Selasa (11/8/2020).

Sutrisna tak menampik bahwa CCTV belum sepenuhnya menjangkau di lingkungan kampus termasuk di Masjid kampus. Pihaknya berencana menambah CCTV dan pengawasan keamanan.

"Kan ada satpam, kami minta lebih ketat memperhatikan orang yang masuk keluar kampus. Lalu CCTV akan ditambahkan jika perlu," kata dia.

Sutrisna mengaku bahwa aktivitas kampus memang dibatasi. Namun kegiatan kecil di masjid mulai diadakan.

"Jadi kami minta takmir lebih waspada. Selain itu jika ada orang yang mencurigakan dilaporkan," tambahnya.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah menjelaskan bahwa temuan barang mencurigakan tersebut tak berbahaya.

Kendati demikian pihaknya masih mengumpulkan petunjuk untuk mengetahui identitas orang yang meletakkan barang tersebut di dalam loker masjid.

"Setelah menyelidiki dan memeriksa saksi di lokasi, bahwa barang mencurigakan ini tidak berbahaya. Ada barang seperti rokok, charger handphone dan kabel untuk powerbank dalam satu kantong plastik," katanya.

Disinggung apakah barang berupa rakitan bom, pihaknya tak bisa memastikan apakah barang tersebut berupa rakitan peledak atau bukan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait