Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sambut HUT RI ke-75, Sebanyak 625 Warga Binaan di DIY Dapat Remisi

Galih Priatmojo Kamis, 13 Agustus 2020 | 18:31 WIB

Sambut HUT RI ke-75, Sebanyak 625 Warga Binaan di DIY Dapat Remisi
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di sela penyerahan SK Menkumham RI tentang Remisi Warga Binaan kepada Kepala Kantor Wilayah DIY Kementerian Hukum dan HAM di Komplek Kepatihan Yogyakarta, Kamis (13/08/2020). [Kontributor / Putu Ayu Palupi]

lima orang diantaranya merupakan anak-anak.

SuaraJogja.id - Dalam rangka peringatan HUT RI ke-75, sebanyak 625 warga binaan dari sembilan rutan di DIY akan mendapatkan remisi. Remisi diberikan pada warga binaan yang berkelakuan baik selama setahun terakhir.

Dari 625 warga binaan, lima orang diantaranya merupakan anak-anak. Rata-rata warga binaan mendapatkan remisi satu hingga enam bulan. Sedangkan tujuh orang lainnya langsung bebas setelah menerima remisi.

“Remisi itu juga menunjukkan warga binaan telah lolos uji kesetiaan kepada NKRI,” ujad  Gubernur DIY, Sri Sultan HB X disela penyerahan SK Menkumham RI tentang Remisi Warga Binaan kepada Kepala Kantor Wilayah DIY Kementerian Hukum dan HAM di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (13/08/2020).

Menurut Sultan, warga binaan yang menerima remisi bebas diharapkan bisa dapat segera kembali ke lingkungan masyarakat dengan penuh keyakinan. Sehingga mereka bisa menjalani kehidupan yang lebih baik. 

Mereka tidak perlu merasa canggung bersosialisasi di masyarakat. Sebab banyak eks warga binaan yang memiliki kehidupan lebih baik.

“Tidak terlibat lagi tindakan yang melanggar hukum. Jangan sampai mantan warga binaan yang justru tidak bertobat dan kembali menjadi residivis,” ungkapnya.

Sementara Kepala Kantor Wilayah DIY Kementerian Hukum dan HAM, Indro Purwoko menjelaskan, penerima remisi kali ini juga berasal dari tindak pidana khusus. Yakni 87 orang dari kasus narkotika 87.

“Dua diantaranya bebas kali ini,” jelasnya.

Selain itu lima orang lain dar kasus pencucian uang. Satu warga binaan lain dari kasus human trafficking.

“Pembinaan yang telah dilakukan diharapkan benar-benar membawa perubahan lebih baik bagi warga binaan pemasyarakatan yang telah keluar,” imbuhnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait