alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hormati Detik-detik Proklamasi, Aktivitas di Gondowulung Berhenti 3 Menit

Galih Priatmojo | Mutiara Rizka Maulina Senin, 17 Agustus 2020 | 21:10 WIB

Hormati Detik-detik Proklamasi, Aktivitas di Gondowulung Berhenti 3 Menit
Danyon A Pelopor Kompol Supraba memberikan hormat kepada sang saka merah putih di perempatan Gondowulung, Ringroad Selatan, Yogyakarta Senin (17/8/2020). [Dokumen pribadi Batalyon A Brimob Polda DIY]

Para pengguna jalan dan juga satuan Brimob Polda DIY henti sejenak saat memasuki waktu peringatan detik-detik Proklamasi

SuaraJogja.id - Batalyon A Satuan brimob Polda DIY, menggelar acara penghormatan bendera merah putih dalam rangka peringatan 17 Agustus di perempatan Gondowulung. Kegiatan digelar pukul 10:17 WIB sekaligus untuk menghormati detik-detik proklamasi.

Atas arahan dan perintah dari Komandan Satuan Brimob Polda DIY, Kombes Imam Suhadi. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danyon A Pelopor Kompol Supraba.

"Melaksanakan arahan dan perintah Komandan Satuan Brimob Kombes Imam Suhadi Sik, Batalyon A melaksanakan peringatan detik-detik proklamasi di simpang Gondowulung bersama dengan pengguna jalan dan warga sekitar," ujar Supraba, Senin (17/8/2020).

Selama tiga menit, pengendara dari berbagai arah utara, barat, timur dan selatan diminta berhenti di belakang garis marka. Sementara beberapa petugas berjaga dan mengibarkan bendera di tengah perempatan.

Baca Juga: Ingatkan Covid-19 Masih Ada, TRC BPBD DIY Gelar Upacara 17an Pakai Hazmat

Sang saka merah putih nampak berkibar dengan tiang yang dipegang oleh salah satu anggota Brimob yang berdiri di atas mobil. Tanpa keberatan, semua pengendara berhenti dan ikut hormat saat bendera tanah air dikibarkan.

Bahkan, para pengendara sepeda motor ikut turun dari kendaraannya untuk melakukan sikap sempurna menghormati sang saka merah putih. Tidak hanya mereka, orang-orang yang berada di pinggir jalan ikut berhenti untuk memberi hormat.

Supraba berharap, meskipun dilakukan secara sederhana lantaran berada di tengah pandemi. Namun, rasa nasionalisme dan cinta tanah air tetap terjaga dan melekat di hati masyarakat Indonesia.

"Harapannya, rasa nasionalisme dan cinta tanah air tetap terjaga dan melekat di hati meskipun dilaksanakan secara sederhana," imbuh Supraba. 

Baca Juga: Bertambah Terus, Pasien Corona di DIY Jelang HUT RI Melejit 1.025 Kasus

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait