Secara garis besar, Edutania memakai beragam tema dalam konten dongeng yang mereka buat, diantaranya, lingkungan hidup, siaga bencana, miskosepsi tentang pembelajaran, hingga pendidikan karakter seperti kejujuran, kekeluargaan, dan hoaks.
Mengintip akun Youtube Edutania, ada sekitar 15 konten dongeng yang telah diunggah. Durasi videonya pun beragam, mulai dari dua hingga 10 menit.
"Semua tema kami sesuaikan dengan kebutuhan anak-anak. Setiap jenjang usia akan memiliki kriteria yang berbeda. Misal anak kelas 4 SD ke atas lebih tentang materi pelajaran, sementara untuk anak TK dan Paud lebih ke cerita hewan-hewan atau dongeng klasik," kata Febri.
Selain konten dongeng digital, September mendatang, Edutania juga akan melebarkan agenda pelatihan penulisan melalui platform daring.
Baca Juga:Cantik! Gaun Pengantin Disney Hadirkan Nuansa Pernikahan ala Negeri Dongeng
"Bekerjasama dengan Kriya.id, Edutania akan menggelar kelas mendongeng, berupa project cara menulis cerita yang dikemas dari permasalahan yang diolah bersama-sama," katanya.
Di masa pandemi seperti ini, sambung Diaz, peran orang tua sangat diperlukan untuk menyediakan akses dan mengarahkan anak guna tetap mendapatkan pendampingan literasi.
"Orang tua diharapkan bisa menunjukkan konten-konten cerita online. 'Ini lho dek ada dongeng di spotify, youtube, jadi selain bisa membangun karakter anak, juga bisa membangun komunikasi selama pandemi," tandas Diaz.
Akun Youtube Edutania: Edutania Channel
Baca Juga:Sepele Tapi Penting, Kesalahan Orangtua Saat Bacakan Dongeng untuk Anak