Belajar dari Sahabat Cempluk, Lupus Bukanlah Halangan untuk Terus Berjuang

"Semangat, manfaat, berjuang," menjadi tiga kata yang selalu Ian dan Puput, serta odapus di Sahabat Cempluk katakan.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Minggu, 30 Agustus 2020 | 10:00 WIB
Belajar dari Sahabat Cempluk, Lupus Bukanlah Halangan untuk Terus Berjuang
Para pengurus komunitas Sahabat Cempluk. (Dok. Sahabat Cempluk)

"Tahun 2018 kita ngadainnya hipnoterapi, kita datangin yang profesional, tahun lalu, kita ngadain Yoga Ketawa. Output-nya mereka senang, sampai Pajamas Party adalah kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu," pungkasnya.

Terbentuknya Positive Mental Attitude

Ian Sofyan berkeinginan membuat Sahabat Cempluk sebagai pendukung dan penyemangat para odapus dalam setiap kondisi mereka, terutama di masa paling berat dalam hidup pasien.

Menurutnya, bantuan terbaik yang bisa diberikan adalah dengan membangun lingkungan yang bisa menumbuhkan mental positif dan berdaya, sehingga seburuk apapun kondisinya diharapkan odapus selalu bisa bangkit lagi, bergerak terus dengan 'new normalnya’ pada pengidap autoimun, seperti Lupus maupun yang lainnya.

Baca Juga:Lebih Dekat dengan Vero, Sosok Inspiratif di Balik Tempat Nasi Gratis Jogja

Para pengurus komunitas Sahabat Cempluk. (Dok. Sahabat Cempluk)
Para pengurus komunitas Sahabat Cempluk. (Dok. Sahabat Cempluk)

"Aku pengin temen-temen punya positive mental attitude, karena itu yang paling utama untuk bisa sembuh, bisa mandiri. Temen-temen yang mau menerima kondisinya, dan mau belajar cara menerima kondisinya," tutur perempuan yang dulunya berprofesi sebagai penyiar radio ini.

Ibu dari satu anak ini mengatakan bahwa sistem dalam Sahabat Cempluk adalah pass by value. Maksudnya, odapus pada generasi sebelumnya menjadi contoh odapus baru, baik dalam hal pengalaman maupun semangat.

"Yang dulu disemangatin, yang dulunya terinspirasi, sekarang gantian jadi yang memberikan inspirasi dan memotivasi. Begitu terus siklusnya. Karena kondisi lupus sulit dijelaskan, sulit dipahami bahkan oleh odapus sendiri," jelas Ian.

Terkadang, lanjutnya, ada masa pasien merasa kesepian karena keluarga, pasangan dan lingkungan tidak memahami kondisi mereka. Dengan adanya teman-teman yang senasib, odapus bisa berbicara dan berbagai dengan sesama.

"Yang paling penting aku pengin Cempluk itu bisa mengajak temen-temen positif lagi. I think, itu sudah mulai terbentuk, belum semua, tapi sudah terjadi estafetnya, that's the most important, menurutku," lanjutnya lagi.

Baca Juga:Wadah Baru Bagi Komunitas Perupa Jakarta di Pasar Gembrong Baru

Tidak sekedar itu, Ian ingin Sahabat Cempluk memberikan dampak yang dapat bermanfaat untuk jangka panjang, apa pun bentuknya. Tujuannya agar pasien dapat bertahan dalam kondisi 'keterbatasan' mereka.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak