Yogi Mengenang Almarhum Jakob Oetama: Pakde Kerja Bukan untuk Uang Semata

Jakob Oetama dikenal sebagai tulang punggung keluarga yang gigih.

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 10 September 2020 | 06:50 WIB
Yogi Mengenang Almarhum Jakob Oetama: Pakde Kerja Bukan untuk Uang Semata
Keponakan Jakob Oetama, Eni Kusnawati (kiri) dan Yogi Hantara (kanan) saat memberi cerita terkait kenangan pamannya. [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Wafatnya Jakob Oetama menjadi kabar duka bagi dunia pers Indonesia. Pendiri Kompas ini tutup usia di umur 89 tahun di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Kehilangan sosok pria yang mampu menghidupi keluarga besarnya sendiri, menjadi pukulan bagi kerabat-kerabatnya. Tak terkecuali saudaranya yang tinggal di Sleman, DI Yogyakarta.

SuaraJogja.id pun berkesempatan bertemu dengan salah seorang keponakan wartawan senior tersebut di Jalan Peltu Sugiyono, RT 1/RW 17, Desa Tridadi, Kecamatan/Kabupaten Sleman.

Yogi Hantara (53) yang merupakan keponakan Jakob Oetama mengaku mendengar kabar duka sekira tengah hari.

Baca Juga:Jakob Oetama Tutup Usia, Anak Guru di Sleman Lulusan Komunikasi UGM

"Saya dapat kabar pakde meninggal itu jam 13.15 wib. Tadi lewat grup WhatsApp keluarga," ujar Yogi membuka perbincangan dengan SuaraJogja.id.

Pamannya yang dia anggap banyak memberikan pelajaran hidup adalah sosok yang sederhana di matanya. Bahkan, pemilik Hotel Santika yang ada di Yogyakarta ini tak ingin dipandang terlalu tinggi. Jakob lebih memilih menjadi orang biasa.

"Pernah suatu hari saat beliau saya temani jalan-jalan di Malioboro. Kami naik becak, tapi sebelum naik beliau menawar. Akhirnya sepakat dan kita berangkat naik becak. Tetapi saat sampai tujuan, uang yang dibayarkan lebih, saya heran saat itu," kenang Yogi.

Awalnya dia bertanya-tanya, mengapa orang sekaya pamannya itu tetap menawar meski bisa membayar lebih. Namun setelah dia bertanya langsung, hal itu sengaja dilakukan karena Jakob ingin dilihat seperti orang biasa

"Saya tanya langsung, lho pakde, wong bayarnya juga segitu (lebih), kok tadi ndadak ditawar ki yo ngopo? Jawabannya sederhana, ya kalo naik becak mestinya kan ditawar, seperti orang-orang biasa," ujarnya sambil tertawa.

Baca Juga:Persis Solo Siapkan Laga Uji Coba, Lawan PSS Sleman Jadi Target

Tak hanya ingin dianggap seperti orang pada umumnya, Jakob juga dermawan ketika bertemu masyarakat yang ekonominya tak seberuntung dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak