alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Penyintas Gangguan Jiwa, Aku Merasa Suamiku Berkomplot Membunuhku

Galih Priatmojo Jum'at, 11 September 2020 | 15:27 WIB

Cerita Penyintas Gangguan Jiwa, Aku Merasa Suamiku Berkomplot Membunuhku
Andri, salah satu penyintas gangguan jiwa yang kini tergabung di Yayasan Imaji saat ditemui SuaraJogja.id, Jumat (11/9/2020). [Kontributor / Julianto]

Andri mengungkapkan gejala awal gangguan jiwa yang dirasakan yakni kerap berhalusinasi.

SuaraJogja.id - Sayup-sayup suara itu mulai memenuhi kepalanya. Matanya mulai melirik ke kiri dan ke kanan penasaran siapakah yang berbicara dengannya. 

Tak berapa lama jantungnya mulai berdegup kencang. Tangannya gemetar ketika sebuah bisikan masuk ke telinganya memberitahu ada seseorang yang akan membunuhnya.

Bisikan-bisikan gaib semacam itulah yang pernah dirasakan oleh sosok Andriyani Widyaningtyas. Ibu satu anak ini merupakan seorang penyintas gangguan jiwa

Perempuan yang tergabung dalam Yayasan Imaji yang fokus dalam penanganan kasus bunuh diri di Gunungkidul itu mengaku situasi paling drastis dalam hidupnya itu dialami lima tahun silam.

Baca Juga: Kontak dengan Warga Positif Corona, Empat Pamong di Gunungkidul Dikarantina

Ketika itu, dirinya mengalami goncangan kejiwaan yang luar biasa hingga akhirnya jatuh sakit. Akibat kondisi tersebut, ia harus mendapat perawatan ke rumah sakit hingga kemudian divonis sebagai penderita Schizophrenia, gangguan jiwa yang tarafnya paling parah.

"Kalau orang bilang ya bisa dikatakan saya ini orang gila,"ujar Andri ketika berbincang dengan SuaraJogja.id, Kamis (10/9/2020).

Andri mengatakan gejala awal gangguan jiwa yang dialaminya yakni kerap berhalusinasi. Ia mengaku kerap merasakan ada bisikan gaib. Prasangka negatif pun muncul di dalam pikirannya bahwa orang di sekelilingnya telah berkonspirasi ingin membunuh dirinya. Sehingga sejak saat itu dirinya tidak berani bertemu dengan orang lain. 

"Awal-awal dulu saya paranoid sama suami sama orang-orang terdekat. Seolah mereka itu berkonspirasi ingin membunuh saya. Begitu terus nggak berani ketemu sama orang nggak berani keluar kamar," ceritanya.

Puncaknya, karena merasa terancam akan dibunuh oleh suaminya, ia pernah mendapat bisikan mengajak anaknya ke luar pergi jauh dari rumahnya. Namun di tengah jalan, ia kembali mendapat bisikan untuk segera pulang ke rumah. Ia lantas meninggalkan anaknya di sebuah perempatan besar di kawasan Tamrin Jakarta.

Baca Juga: Sakit hingga Susah Jalan, Lansia di Gunungkidul Gantung Diri

Sesampai di rumah, ia kaget ketika ditanya suaminya tentang keberadaan anaknya. Dirinya pun lantas berteriak kalang kabut untuk kembali ke tempat semula dan akan mencari anaknya tersebut. Namun akhirnya merasa lega karena ada seorang tukang ojek yang mengantar anaknya sampai di depan rumahnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait