alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BATAN Kembangkan Antiserum untuk Lemahkan Virus Covid-19

Galih Priatmojo Rabu, 07 Oktober 2020 | 17:52 WIB

BATAN Kembangkan Antiserum untuk Lemahkan Virus Covid-19
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Serum atau plasma konvaselen dan antiserum IgY tersebut bermanfaat sebagai imunisasi pasif pasien positif COVID-19.

SuaraJogja.id - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) yang turut dalam penanganan COVID-19 saat ini tengah turut mengembangkan antiserum bagi pasien positif COVID-19.

"Dalam riset, kami mengembangkan antiserum untuk melemahkan atau mensterilkan virus dengan menggunakan iradiasi gamma. Ini masih dalam proses dengan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional," papar Kepala Batan, Anhar Riza Antariksawan disela wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Batan, Rabu (07/10/2020).

Menurut Anhar, iradiasi gamma dilakukan untuk mensterilisasi serum atau plasma konvaselen dan antiserumImmunoglobulin Y (IgY) untuk penanganan COVID-19.

Dalam riset tersebut, kandidat vaksin yang siap ditaruh di raditor untuk disinari gamma. Penyinaran untuk mengetahui sejauh mana iradiasi mampu melemahkan virus. 

Baca Juga: Pelanggar Protokol di DIY Meroket, 90 Persen Merupakan Warga Luar Jogja

Serum atau plasma konvaselen dan antiserum IgY  tersebut bermanfaat sebagai imunisasi pasif pasien positif COVID-19. Imunisasi tersebut akan dapat mempercepat proses penyembuhan pasien. Dengan demikian akan semakin banyak kasus sembuh dari virus tersebut corona tersebut.

"Kita optimalisasi dosis sinar gamma yang efektif untuk menonaktifkan virus tanpa mempengaruhi komponen antigennya," jelasnya.

Sementara Ketua STTN Batan, Edy Giri Rachman Putra mengungkapkan, dosen mereka juga mengembangkan ventilator bagi pasien COVID-19. Ventilator yang dibuat memiliki kelebihan dibandingkan yang tersedia saat ini.

Menggunakan teknologi di ruang kontrol, satu ventilator bisa digunakan lebih dari satu pasien COVID-19. Dengan demikian akan semakin banyak pasien dengan gejala COVID-19 yang berat bisa tertolong.

"Di satu ruang kontrol, ventilator yang dikembangkan dosen kami bisa digunakan untuk banyak pasien," imbuhnya.

Baca Juga: 70 Lebih ASN Dishub DIY Ikuti Tes Swab Usai 8 Pegawainya Positif Covid-19

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait