SuaraJogja.id - Sebuah video viral memperlihatkan seseorang yang diduga debt collector alias penagih utang tengah mencoret-coret dinding rumah nasabahnya yang tak kunjung membayar utang menggunakan cat semprot alias pilox.
Video ini diunggah oleh akun Instagram @makassar_iinfo pada Rabu (14/10/2020).
Saat ini, video unggahan ini sudah mendapatkan 64 ribu suka dan mendapat 2 ribu komentar dari warganet.
Akun @makassar_iinfo ini mengunggah tiga video, dari bagian 1 hingga bagian 3.
Baca Juga:Viral Sebulan Tak Ada Kabar, Rumah Dicorat-coret Debt Collector
Dalam caption-nya, akun ini menuliskan secara singkat kronologi peristiwa penagih utang dan nasabah cekcok.
"Cekcok antara debt collector dengan nasabah, kronologinya sudah sebulan nasabah tidak ada kabar dan setiap si debt collector datang ke rumahnya ibu ini tidak keluar rumah. Tiba waktunya si debt collector datangi rumahnya dan langsung-langsung melakukan cat pilox. Gimana menurut kalian?" tulisnya.
Terlihat pada video pertama, sang penagih utang sedang mencoret-coret tembok rumah nasabahnya dengan tulisan 'OK. BAYAR UTANGMU. KOPERASI. MACET'.
Kemudian sesaat setelah penagih utang ini mencoret tembok rumah nasabahnya, datanglah seorang ibu yang diduga nasabah yang selama satu bulan ini dicarinya.
Terjadi percekcokan antara keduanya. Ibu pemilik rumah tidak terima dengan tindakan laki-laki penagih utang ini.
Baca Juga:Viral Wanita Marah Rumahnya Dicorat-coret Debt Collector
"Om, maaf ya. Mending situ telepon aku apa gimana apa WA. Enggak kayak gitu deh caranya," ucap ibu pemilik rumah.
Sang penagih utang pun membalas, "Hah semenjak ku pilox keluar Ibu kan. Jadi harus kek gini caranya, Bu"
Ibu ini tetap tidak terima dan kekeh bahwa seharusnya penagih utang ini cukup menghubungi dirinya.
"Ya enggak. Situ kan punya nomer HP-ku, tinggal WA apa gimana. Situ kok kayak gitu caranya," lanjut ibu yang ditagih utang.
Sang penagih utang pun mengatakan bahwa dirinya sebelumnya sudah mengirimkan surat peringatan kepada ibu ini, tetapi tidak ada kabar dan balasan.
"Surat mana surat. Enggak pernah ada surat. Sama sekali. Enggak pernah, Om," balas ibu ini yang merasa tidak pernah menerima surat dari penagih utang ini.