Jadi Wilayah Hilir, BMKG Minta Masyarakat Bantul Waspadai Dampak La Nina

Reni menuturkan curah hujan di Bantul akan bertambah 20-40 persen bahkan diprediksi bisa mencapai di atas 50 persen dari normal.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 22 Oktober 2020 | 07:30 WIB
Jadi Wilayah Hilir, BMKG Minta Masyarakat Bantul Waspadai Dampak La Nina
(Suarajogja.id / M Nurhadi)

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto, mengatakan fenomena La Nina tidak bisa disepelekan dan harus menjadi perhatian sendiri bagi semua sektor baik pemerintah atau masyarakat secara luas. Dikatakan Dwi, perlu ada upaya-upaya dari semua pihak untuk bisa meredam dampak potensi bencana di Bumi Projotamansari.

"Perlu kewaspadaan dan upaya yang nyata dari semua pihak untuk menekan dampak kerusakan dari potensi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu tersebut," tegas Dwi.

Dwi menyebut ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk membantu mengantisipasi dampak bencana semakin parah. Salah satu caranya adalah dengan membersihkan sungai dan saluran irigasi yang terdapat di wilayah masing-masing sebelum intensitas hujan mulai tinggi.

Selain itu pemangkasan ranting dan dahan pohon yang sekiranya membahayakan masyarakat juga perlu dilakukan. Pasalnya terpaan angin kencang yang diprediksi akan datang juga tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan pohon tumbang.

Baca Juga:Karyawan Bank di Bantul yang Positif Covid-19 Bertambah, Total Sudah Ada 5

"Paling minimal dari pekarangan dan lingkungan masing-masing dulu saja. Itu cara paling sederhana untuk mengurangi resiko bencana ketika angin kencang dan hujan mulai datang," tuturnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak