Kunjungi Parangtritis, dr Tirta Dicurhati Pelaku Usaha Keok Diterpa Pandemi

Kunjungan dr Tirta di beberapa pantai di Bantul ini, selain untuk survei, juga untuk mengedukasi para pelaku usaha di sana tentang protokol kesehatan

Galih Priatmojo
Jum'at, 23 Oktober 2020 | 18:40 WIB
Kunjungi Parangtritis, dr Tirta Dicurhati Pelaku Usaha Keok Diterpa Pandemi
Unggahan dr Tirta soal angkringan viral di Jogja. - (Instagram/@dr.tirta)

Pak Ndobos ini menceritakan kondisi para pelaku UMKM saat Pantai Parangtritis ditutup pemerintah karena adanya pandemi Covid-19. Orang-orang yang menggantungkan mata pencaharian di Pantai Parangtritis pun tidak bisa mendapatkan penghasilan karena objek wisata ini ditutup selama empat bulan.

"Di sini, Parangtritis sempat ditutup, jadi orang yang istilahnya cari mata pencaharian dari obyek wisata otomatiskan gak dapet apa-apa. Kita cari makan susah, gak ada pengunjung yang masuk, dan itu terlalu lama bos.. sampe 4 bulan," terang Pak Ndobos.

Selain TPR ditutup, pedagang oleh-oleh, usaha penyewaan payung, dan usaha penyewaan Jeep pun tidak bisa punya penghasilan. Makan pun mereka hanya seadanya.

"Usaha mandiri semua, otomatis kan mereka biasanya di pantai, ada yang nyewain payung, nyewain Jeep... dan lain-lain kan nggak dapet apa-apa. Keluar juga nggak ada orang. Percuma," terangnya.

Baca Juga:Kecelakaan Tunggal Lagi di Jalan Parangtritis, Mobil Masuk Selokan

Setelah bulan Juni mulai buka, masyarakat sudah mulai berpenghasilan. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena adanya isu tsunami yang membuat penghasilan para pelaku usaha menjadi turun kembali.

"Ya dah mulai buka itu. Mulai buka ya lumayan. Tapi mah sebentar ada isu tsunami kemarin agak kendor lagi, kemarin bikin hancur lagi sepi lagi. Ini mulai bangkit lagi," tutur Pak Ndobos.

Tirta pun kemudian bertanya kepada Pak Ndobos, harapan kedepannya.

"Ya ini.. sama pemerintah ya jangan dibesar-besarkan lah masalah ini. Biar kita rakyat kecil bisa bertahan hidup. Kita rakyat kecil cuman butuh makan, butuh cari nafkah untuk bertahan hidup bukan untuk cari yang lain," harapnya.

Pria berusia 29 tahun ini, kemudian bertanya kepada salah seorang pelaku UMKM ini apakah sudah ada edukasi ataupun program dari pemerintah Jogja terkait dengan Covid kepada pelaku pariwisata

Baca Juga:Mobil Tabrak Pohon lalu Terjun ke Parit di Jalan Parangtritis, 1 Meninggal

"Ya ada, misal di setiap warung dikasih tempat cuci sama itu," jawabnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak