alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dari Liverpool Cari Ortu di Sleman, Ada Tanda Lahir di Punggung Emmanuella

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana Jum'at, 30 Oktober 2020 | 18:54 WIB

Dari Liverpool Cari Ortu di Sleman, Ada Tanda Lahir di Punggung Emmanuella
Potret Emanuella memegang pengumuman mencari orangtua kandungnya. - (Twitter/@emmanuellatanz1)

"Saya telepon dua pekan lalu, tetapi jawabannya kurang jelas, seperti mengelak pertanyaan saya dan usul untuk melihat masa depan, tidak lihat ke belakang."

SuaraJogja.id - Mengadopsi anak menjadi salah satu langkah yang diambil sejumlah orang untuk bisa mempunyai keturunan. Namun, tidak ada siapa pun yang bisa mencegah bila sang anak adopsi berniat mencari orang tua kandungnya.

Hal ini pula yang berkecamuk dalam diri Emmanuella Tanzil, yang tinggal di Liverpool, Inggris. Perempuan kelahiran 9 September 1985 ini, hingga sekarang masih berjibaku mencari dan menemukan orang tua kandungnya, yang diperkirakan berada di Sleman.

Emmanuella kecil curiga, saat duduk di bangku SD, ada temannya yang menyebut dirinya tidak mirip dengan kedua orang tuanya, hingga pada saat beranjak SMP, ia menemukan foto ibunya dengan perut yang tidak membesar. Ketika dewasa dan sudah menikah, suami Emmanuella menyarankan agar ia menanyakan asal-usul lebih detail kepada orang tua saat itu.

Diadopsi dan dibawa ke Jakarta pada Mei 1986, Emmanuella memiliki alasan kenapa ia memilih Sleman sebagai lokasi pencarian ibu dan ayahanda kandungnya.

Dari kisah yang ia tuturkan kepada SuaraJogja.id, Emmanuella mengaku dilahirkan oleh ibunya di RS Pura Ibunda, Samirono, Caturtunggal, Depok, Sleman. Namun, RS itu sudah tutup permanen dan berganti menjadi RS An Nur, sebuah RS bedah urologi.

"Mami Papi [orang tua adopsi] dibawa ke RS tersebut oleh saudara yang memang tinggal di Yogya, tapi tante itu juga tidak ada info lainnya. Beliau dan anaknya membantu saya mendapatkan nomor telepon Dokter Lukas, pemilik RS itu [Pura Ibunda]," kata Emmanuella, Jumat (30/10/2020).

Sebelumnya, ia sudah mencari asal-usulnya ke sejumlah panti asuhan yayasan Katolik di Yogyakarta, tetapi hasilnya nihil, dan saat ia mencoba menghubungi dr Lukas, sang pemilik RS Pura Ibunda, mengatakan bahwa RS tersebut sudah tutup dan data miliknya tak lagi disimpan.

Ia selanjutnya mendapatkan nomor kontak pengelola yayasan adopsi dari sang dokter. Kebetulan, sang pengelola yayasan adalah adik dr Lukas.

"Saya telepon dua pekan lalu, tetapi jawabannya kurang jelas, seperti mengelak pertanyaan saya dan usul untuk melihat masa depan, tidak lihat ke belakang," terang Emmanuella lebih lanjut.

Niatan Emmanuella untuk mencari orang tua kandung belum ia sampaikan kepada orang tua adopsinya sekalipun orang tua adopsi yang ia panggil "mami papi" itu mengunjunginya ke kediamannya di Liverpool, Inggris pada 2015 dan 2017 silam.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait