Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Bantul Tunik Wusri Arliani mengaku, sudah ada relawan yang mendatangi pihaknya.
"Ada relawan yang datang. Saya juga sudah mengetahui ODGJ itu. Tapi untuk penangananya di pihak berwenang, yaitu Satpol PP dan Kepolisian," ujar dia.
Ia mengaku bahwa ODGJ ini tak memiliki identitas, sehingga penanganannya terdapat di Satpol PP atau Kepolisian.
"Jadi Dinsos Bantul menangani ODGJ yang merupakan warga Bantul. Jika tidak ada identitas dan bukan warga Bantul, penanganannya di Satpol PP atau Kepolisian setempat. Nanti mereka melakukan razia dan akan di assessment ke kamp yang ada di Karangkajen," kata Tunik.
Baca Juga:Bantu ODGJ Terlantar, Suji dan Arie: Mereka Juga Butuh Perlakuan yang Layak
Nantinya hasil dari assesment itu akan mengarahkan apakah Wike akan dikembalikan ke keluarganya di Brebes atau mendapat perawatan dari Pemprov DIY.
"Nanti dilihat dulu, ODGJ ini apakah perlu di kembalikan atau diberi penanganan khusus. Tapi itu tanahnya provinsi," kata dia.
Tunik menjelaskan bahwa dari pertemuan dengan relawan tersebut, Wike akan dipindahkan ke Ponpes yang ada di Gunungkidul.
"Rencananya diarahkan ke Gunungkidul. Tapi kami berusaha memberikan arahan agar ODGJ ini tetap mendapatkan kehidupannya," ungkap dia.
Baca Juga:Jumlah ODGJ Tembus 1.600 Orang, Kabupaten Batang Belum Punya Bangsal Jiwa