alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gelar Simulasi Pemungutan Suara, KPU Bantul Siapkan Bilik Khusus

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora Sabtu, 21 November 2020 | 18:30 WIB

Gelar Simulasi Pemungutan Suara, KPU Bantul Siapkan Bilik Khusus
Pemilih mencoblos di sebuah bilik khusus yang disiapkan KPU saat Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Penggunaan Sirekap di Tingkat TPS, dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul 2020 di Lapangan Pasutan, Kecamatan/Kabupaten Bantul, Sabtu (21/11/2020). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Kadiv Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Bantul, Joko Santoso mengungkapkan bahwa langkah tersebut diambil untuk menanggulangi potensi penularan Covid-19.

SuaraJogja.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul berupaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 saat pemungutan suara pada Pilkada Bupati-Wakil Bupati Bantul 2020. Pihaknya menyediakan bilik khusus bagi pemilih yang kedapatan memiliki suhu tubuh diatas 37 derajat.

Kadiv Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Bantul, Joko Santoso mengungkapkan bahwa langkah tersebut diambil untuk menanggulangi potensi penularan Covid-19.

"Kami sudah menyiapkan bilik khusus bagi pemilih yang memiliki suhu tubuh diatas 37,3 derajat. Kami siapkan di tiap TPS yang tersebar di Kabupaten Bantul," terang Joko ditemui wartawan saat Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Penggunaan Sirekap di Tingkat TPS, dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul 2020 di Lapangan Pasutan, Kecamatan/Kabupaten Bantul, Sabtu (21/11/2020).

Joko menjelaskan, KPU berupaya agar penyelenggaraan pemungutan suara tak menciptakan klaster baru. Sehingga, ketersediaan bilik khusus disiapkan untuk memutus tali penyebaran Covid-19 di Bantul.

"Kami tidak akan tahu apakah pemilih membawa virus atau tidak, tapi yang jelas bilik khusus ini disiapkan sebagai antisipasi," terang dia.

Teknis pemungutan suara, lanjut Joko akan dilayani oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) dengan jarak aman. Kebutuhan pemilih akan dilayani di luar bilik khusus.

"Nanti surat suara dan tinta serta keperluan yang dibutuhkan pemilih diberikan dan ditangani dengan jarak aman. Dari simulasi ini nanti kami melihat dan mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki," katanya.

Joko menambahkan bagi pemilih dengan suhu 37,3 derajat yang sudah selesai menggunakan hak suaranya tidak diberi tindakan medis. Petugas hanya menyarankan pemilih untuk segera memeriksakan diri.

"Jadi setelah pemilih menyelesaikan pencoblosan, KPPS mengarahkan pemilih untuk memeriksa diri. Hanya sebatas itu," katanya.

Joko menambahkan, tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga akan disediakan baju hazmat. Hal itu untuk melayani pemilih yang tengah sakit di rumah sakit.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait