Banyak Wilayah Zona Merah, Dinkes Sleman Wacanakan Rapid Tes bagi Pengungsi

Penambahan terbaru kasus Covid-19 di Kapanewon Cangkringan diketahui berada di Kalurahan Argomulyo dan Kalurahan Kalurahan Wukirsari.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Minggu, 22 November 2020 | 17:24 WIB
Banyak Wilayah Zona Merah, Dinkes Sleman Wacanakan Rapid Tes bagi Pengungsi
Petugas kesehatan melakukan tes cepat (rapid test) kepada anggota PPS dan PPK di Kantor Wali Kota Depok, Jawa Barat, Senin (16/11/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mewacanakan rapid test antigen bagi pengungsi lereng Gunung Merapi. Hal ini terkait peta epidemiologi Sleman, yang menunjukkan mayoritas kapanewon di Sleman berstatus sebagai zona merah.

"Rencananya memang akan rapid test antigen buat pengungsi. Namun sejauh ini masih terus dimatangkan pelaksanaannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo saat dikonfirmasi awak media, Minggu (22/11/2020).

Joko menyebutkan, rencana pelaksanaan tersebut guna memastikan tidak adanya penularan yang terjadi di pengusian. Pertimbangan itu menyusul kondisi Kalurahan Glagaharjo, yang dijadikan barak pengungsian, masih berstatus zona hijau walau Kapanewon Cangkringan sudah masuk zona merah.

Penambahan terbaru kasus Covid-19 di Kapanewon Cangkringan diketahui berada di Kalurahan Argomulyo dan Kalurahan Kalurahan Wukirsari. Dari situ, masing-masing menyumbang total tiga kasus baru.

Baca Juga:Guguran Material Merapi Meluncur ke Kali Lamat, Terdengar Sampai Kaliurang

"Sejauh ini di Kalurahan Glagaharjo, Umbulharjo, dan Kepuharjo belum pernah ditemukan kasus positif," tuturnya.

Joko menyampaikan, rapid test itu nantinya akan memanfaatkan bantuan 2.500 rapid test antigen yang merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sasaran utamanya adalah pengungsi, relawan, serta petugas yang beraktivitas selama ini di barak pengungsian Balai Desa Glagaharjo.

“Untuk waktunya kapan nanti akan kami bicarakan lebih lanjut," ujarnya.

Wacana ini muncul setelah melihat peta persebaran kasus Covid-19 di seluruh kapanewon yang ada di Sleman.

Dari total 17 kapanewon yang ada, tercatat hanya Moyudan, Seyegan, Ngemplak, Turi, dan Sleman yang masuk ke dalam zona oranye, sedangkan lainnya zona merah.

Baca Juga:Waspada Lahar Dingin Gunung Merapi, BPBD Kota Yogyakarta Siapkan Hal Ini

Diketahui sebelumnya Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman juga telah terlebih dulu melakukan rapid tes bagi relawan dan petugas yang ada di barak pengungsian Balai Desa Glagaharjo.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak