alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sleman Jadi Zona Merah Membara Covid-19, Ini Penjelasan Dinkes

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Kamis, 03 Desember 2020 | 09:57 WIB

Sleman Jadi Zona Merah Membara Covid-19, Ini Penjelasan Dinkes
Peta epidemiologi Covid-19 di Kabupaten Sleman per 30 November - (Dinkes Sleman)

Penularan kasus Covid-19 pada pasien sendiri masih didominasi oleh riwayat perjalan.

SuaraJogja.id - Peta epidemiologi Covid-19 di Kabupaten Sleman per 30 November menunjukkan data yang mengkhawatirkan. Pasalnya, dari seluruh 17 kapanewon di Sleman masuk dalam zona merah atau daerah dengan risiko penularan tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengakui memerahnya seluruh kapanewon di Sleman tersebut. Menurutnya, kondisi itu disebabkan lonjakan kasus dalam beberapa waktu belakangan, atau tepatnya pada pertengahan November lalu hingga saat ini.

"Sejak pertengahan November kemarin sampai berlanjut di awal Desember ini memang kasusnya melonjak. Itu yang menyebabkan semua kapanewon akhirnya merah," ujar Joko saat dikonfirmasi awak media, Kamis (3/11/2020).

Namun, Joko menjelaskan bahwa memerahnya seluruh kapanewon di Sleman ini tidak berlaku jika melihat ke tingkat kalurahan. Bahkan beberapa kalurahan masih ada yang berstatus atau masuk dalam zona hijau.

Baca Juga: Kasus COVID-19 di DIY Tembus 6.073, Sleman Catat Kasus Terbanyak

Disebutkan Joko, sebagai contoh, Cangkringan, yang memiliki lima kalurahan, hanya dua yang diketahui muncul kasus Covid-19. Dua kalurahan itu adalah Argomulyo dan Wukirsari. Sisanya, yakni Umbulharjo, Kepuharjo, dan Glagaharjo, masih dalam status zona hijau.

“Jadi memang kalau di-break down hingga tingkat kalurahan, sebetulnya masih banyak yang hijau. Itu tadi di Cangkringan, di Kapanewon Turi juga demikian ada setidaknya dua hingga tiga desa yang masih zona hijau," ungkapnya.

Menurut Joko, Kabupaten Sleman bukan satu-satunya wilayah yang mengalami kenaikan kasus hingga menyebabkan peta epidemiologi Covid-19 menjadi zona merah. Dikatakan Joko, tidak menutup kemungkinan Provinsi DIY pun juga mengalami hal serupa.

"Kalau dilihat kan memang bukan hanya di Sleman saja. Ada 10 provinsi lain yang juga jadi perhatian karena kasusnya melonjak. Nah, Sleman ini termasuk yang kebagian dalam lonjakan itu," tuturnya.

Penularan kasus pada pasien sendiri masih didominasi oleh riwayat perjalan. Momen setelah akhir libur panjang beberapa waktu lalu menjadi salah satu pemicu utama.

Baca Juga: Mendekati Erupsi Merapi, Sleman Perpanjang Status Tanggap Darurat

Data terbaru hasil pemeriksaan laboratorium per Rabu (2/12/2020) kemarin, Sleman mendapat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 14 pasien, dibarengi dengan 4 kasus sembuh serta satu pasien meninggal dunia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait