Mendekati Erupsi Merapi, Sleman Perpanjang Status Tanggap Darurat

Diperpanjang hingga 31 Desember 2020, status Siaga Merapi perlu dilengkapi dengan penanganan tersendiri, khususnya berkaitan dengan pengungsian.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Selasa, 01 Desember 2020 | 15:28 WIB
Mendekati Erupsi Merapi, Sleman Perpanjang Status Tanggap Darurat
Gunung Merapi. (ANTARA/Hendra Nurdiyansyah)

SuaraJogja.id - Sekretaris Daerah Sleman Harda Kiswaya menyatakan, status tanggap darurat bencana di Kabupaten Sleman diperpanjang. Perpanjangan dilakukan dengan dua pertimbangan, yaitu pandemi COVID-19 dan status Gunung Merapi siaga atau level III.

Berkenaan dengan perpanjangan status tanggap darurat yang sebelumnya ditetapkan sejak 5 November 2020 itu, Pemkab Sleman memastikan dana tidak terduga (TT) yang dimiliki oleh Sleman masih aman.

"Karena kami penggunaan TT juga hati-hati, kalau tidak salah jumlah TT Rp32 miliar," ujarnya, Selasa (1/12/2020).

Diperpanjang hingga 31 Desember 2020, status Siaga Merapi perlu dilengkapi dengan penanganan tersendiri, khususnya berkaitan dengan pengungsian.

Baca Juga:Misteri 3 Gunung Api Meletus Bareng Terungkap! Semeru, Merapi dan Lewotolok

"Nah harus kami siapkan ini, berkaitan dengan daerah yang ketika nanti ada kemungkinan peningkatan eskalasi. Maka semua barak di Cangkringan dipersiapkan, disusul kemudian Pakem, Turi. Bahkan Pakem, Turi dengan kemandirian warga, mereka sudah mempersiapkan, kesadaran warga baik," kata Harda.

Harda menambahkan, dalam pekan ini pihaknya masih terus meningkatkan kesiapan barak yang berada di wilayah Cangkringan, selanjutnya mempersiapkan barak di wilayah Turi dan Pakem.

Sementara ini, persiapan barak di Turi dan Pakem juga sudah mulai dilakukan oleh warga setempat secara mandiri, tambah Harda.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto mengungkapkan, surat perpanjangan tanggap darurat Merapi sudah ditandatangani dan berlaku sejak 1 Desember 2020 hingga 31 Desember 2020.

Lewat koordinasi bersama BPPTKG dan instansi lain terkait kesiapsiagaan bencana Merapi, diketahui bahwa erupsi Merapi diperkirakan terjadi dalam waktu dekat. Batas radius bahaya masih sama, yaitu 5 kilometer. Belum adanya perubahan radius bahaya ini dikarenakan tidak ada tumpukan lava di puncak gunung.

Baca Juga:Gunung Merapi-Semeru-Lewotolok Meletus Berurutan, Begini Kata PVMBG

Yang menyebabkan bahaya adalah tumpukan kubah lava di puncak karena bila longsor, maka akan menimbulkan wedus gembel. Jika tidak ada tumpukan kubah lava, bahaya yang muncul adalah material vulkanik seperti pasir dan kerikil, yang radiusnya hanya 5 km jka terjadi erupsi.

Mengetahui perkiraan guguran lava yang kecil, maka yang diamankan oleh Pemkab adalah penghuni wilayah yang berada pada radius 5 km dari puncak.

"Kemudian dalam rekontijensi kami, ada skenario kubah lava menumpuk 10 juta meter kubik, bila terjadi erupsi maka diperkirakan longsor sebanyak 5 juta meter kubik. Kalau longsor 5 juta meter kubik, bahaya terjauh 9 km di Kali Gendol, Kali Opak. Kalau Kali Krasak 7 Km. [Paling terdampak] itu sungai, karena longsor ke sungai semua," paparnya.

Namun diketahui, saat ini tumpukan kubah lava hanya sebanyak 200.000 meter kubik. Sejak 2019 hingga saat ini, belum ada tambahan kubah lava.

Kendati demikian, BPBD Sleman juga sudah menyiapkan barak-barak untuk mengantisipasi adanya peningkatan ancaman bahaya Merapi atau kenaikan eskalasi, misalnya radius bahaya menjadi 7 km dari puncak. Barak tersebut diperuntukkan bagi warga Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Srunen.

Tercatat ada empat barak yang disiapkan oleh Pemkab Sleman dalam antisipasi bahaya erupsi Merapi ini, yaitu barak Glagaharjo, Gayam, Koripan, Kepuharjo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini