facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Peringati Hari HAM Sedunia, Aliansi Rakyat Bergerak Kembali Turun ke Jalan

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Kamis, 10 Desember 2020 | 19:30 WIB

Peringati Hari HAM Sedunia, Aliansi Rakyat Bergerak Kembali Turun ke Jalan
Massa Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) melakukan aksi di Jalan Abu Bakar Ali Jogja untuk memperingati Hari HAM Sedunia, Kamis (10/12/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Menurut mereka, negara bukan hadir untuk menyelesaikan itu, melainkan malah membantu memperpanjang penjajahan tersebut.

"Catatan tersebut mencerminkan bagaimana marginalisasi terhadap perempuan dan identitas gender minor lainnya akibat ketiadaan perlindungan hukum yang memadai," tegasnya.

Menurut mereka, dikeluarkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dari prioritas Prolegnas 2020 adalah pengkhianatan upaya pemenuham keadilan bagi korban atau penyitas kekerasan seksual. Hal itu semakin menelanjangi wajah DPR yang tidak memiliki komitmen dalam penyelesaian kasus tersebut.

Ragam persoalan tersebut tidak lain dari kegagalan sistem politik di Indonesia dalam merumuskan dan mewujudkan kesejahteraan rakyat kecil. Sistem politik saat ini semakin mereduksi partisipasi rakyat ke dalam lembaga-lembaga perwakilan dan bahkan partai.

"Keterlibatan rakyat dalam pengambilan keputusan sekadar memberikan suara saat pemilu lima tahun sekali dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang menjebak rakyat dalam partisipasi semu," ucapnya.

Baca Juga: Munarman: Kematian Tragis 6 Laskar FPI Bertepatan Momen Hari HAM Sedunia

ARB melihat tatanan yang saat ini dipakai tidak bisa dipertahankan lagi. Artinya perubahan harus dilakukan secara menyeluruh dengan merombak sistem yang telah lama bercokol di Indonesia dan terbukti tidak dapat menjamin keadilan dan kesejahteraan rakyat kecil.

Dari situ ARB memberikan beberapa tawaran konsep yang dapat dipertimbangkan, mulai dari partisipasi langsung untuk mencapai konsensus, otonomi individu, horizontalisme, interelasi serta inklusi.

Demo yang berlangsung cukup damai itu sempat mendapat respon penolakan juga dari sekelompok warga yang tergabung dalam PKL Malioboro. Mereka datang dengan membawa spanduk yang intiny tidak memperkenankan demo atau aksi massa memasuki kawasan Malioboro yang digunakan sebagai tempat mereka mengais rezeki.

Demo akhirnya berakhir damai dengan ditandai oleh massa aksi yang membubarkan diri denga tertib. Begitu juga dengan beberapa PKL Malioboro serta polisi yang berjaga di sekitar lokasi.

Baca Juga: Hari HAM Sedunia, Jokowi: Saya Dengar Masih Ada Masalah Kebebasan Beribadah

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait