Aliran PDAM di Bantul Mati 4 Hari, Warga Ngungsi Guna Penuhi Kebutuhan Air

Aliran air dari PDAM terhenti sejak Jumat lalu.

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Minggu, 13 Desember 2020 | 16:15 WIB
Aliran PDAM di Bantul Mati 4 Hari, Warga Ngungsi Guna Penuhi Kebutuhan Air
Ilustrasi keran air - (Pixabay/9078815)

SuaraJogja.id - Pelanggan PDAM yang tinggal di beberapa wilayah Bantul mengeluh terhadap aliran air PDAM yang terhenti sejak Jumat (11/12/2020).

Mereka meminta kejelasan dan pertanggungjawaban kepada PDAM untuk tetap memberi layanan kepada para pelanggannya.

Salah seorang pelanggan PDAM asal Sedayu, Edy (46) mengaku sejak pertama aliran air mati, pihaknya sudah menghubungi costumer service PDAM Bantul.

"Jawabannya karena ada gangguan teknis pada pompa intake SPAM Regional DIY, mereka hanya meminta kami bersabar dan saat ini masih dalam proses perbaikan," ungkap Edy dihubungi wartawan, Minggu (13/12/2020).

Baca Juga:Soal Tingkat Partisipasi Pilkada di Tengah Pandemi, Ini Kata KPU Bantul

Ia melanjutkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih dirinya harus meminta kepada saudaranya yang tak jauh dari rumah. Beruntung, saudara Edy memiliki sumur bor.

"Tapi jika meminta terus tidak enak dengan adik saya. Jadi pelanggan merasa dirugikan," ujar dia.

Pihaknya sudah mendapat pemberitahuan jika ada masalah pompa intake yang terbakar. Sehingga beberapa sub unit PDAM tak berfungsi baik.

"Kami dapat surat pemberitahuan jika ada pompa yang terbakar, kami tidak tahu persis masalahnya seperti apa. Tapi dari surat itu paling lama 7 hari dilakukan perbaikan," ujar dia.

Dia meminta jika memang membutuhkan waktu hingga sepekan, pelanggan PDAM tetap diberi pasokan air bersih. Hingga saat ini dirinya belum mendapat fasilitas atau air bersih dari perusahan air tersebut.

Baca Juga:Pekan Kedua Desember, Satpol PP Bantul Jaring Ribuan Warga Tak Patuh Prokes

"Jadi kami jangan dibiarkan saja, iya kami paham ada kesalahan teknis oleh alat yang dimiliki PDAM. Tapi seharusnya ada langkah dari PDAM untuk melayani pelanggan-pelanggannya ketika terjadi masalah seperti ini," keluh dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak