Monitor Persiapan Sekolah, Bupati Sleman Optimis Laksanakan KBM Tatap Muka

Bupati Sleman Sri Purnomo menuturkan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka atau luring akan digelar dengan aturan yang ketat.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 05 Januari 2021 | 20:06 WIB
Monitor Persiapan Sekolah, Bupati Sleman Optimis Laksanakan KBM Tatap Muka
Jajaran Pemkab Sleman melakukan monitoring kesiapan sekolah menghadapi pembelajaran tatap muka (luring) di SD N 1 Cebongan, Kalurahan Sumberadi, Mlati, Sleman, Selasa (5/1/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Terkait dengan kerumunan yang berpotensi terjadi, kata Sri, pihak sekolah dan masing-masing guru telah mempunyai mekanisme khusus. Selain pengawasan ketat, pemberian jarak waktu minimal satu jam setiap pergantian shift menjadi langkah yang akan dilakukan.

"Kalau memang nanti dalam perkembangannya ada [Covid-19] pun, kita masih tetap percaya citamasjajar yang disiplin tidak akan menyebabkan penularan. Jangan terlalu ketakutan yang berlebihan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Ery Widaryana menyebutkan, ada beberapa sekolah yang akan ditinjau kesiapannya baik dari jenjang SD maupun SMP. Ia menilai, secara umum sekolah-sekolah sudah melakukan persiapan yang baik untuk pelaksanaan kegiatan tatap muka.

"Evaluasi tentu akan terus dilakukan. Kalau memang sudah bagus, nanti jam pelajarannya ditingkatkan menjadi tiga jam," ucap Ery.

Baca Juga:Kota Bogor Batalkan Buka Sekolah, Semua Siswa Belajar Lagi di Rumah

Terkait dengan pembatasan jam pelajaran, Ery memastikan akan tetap berlangsung efektif. Sebabnya, pembelajaran tatap muka akan difokuskan pada materi yang dianggap sulit saja.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak